Book Review: Medusa, A Love Story by Sasha Summers

Medusa, A Love Story by Sasha Summers
Series: Loves of Olympus #1
Release Date: August 2nd 2015
Publisher: Self-published
Language: English
Print Length: 296 pages
Format: eBook
Genres: Mythology, Romance, Fantasy
Target Reader: Young Adult

It’s said love can change a person. Medusa wasn’t always a monster…

Medusa is ruled by duty, to her Titan father and the Goddess Athena. She’s no room for the tenderness her warrior guard, Ariston, stirs. When Olympus frees her from service, her heart leads her into the arms of the guard she loves… and curses her as the creature with serpent locks.

Ariston goes to war with a full heart… and dreadful foreboding. He learns too late of the danger Medusa faces, alone, and a Persian blade sends him into the Underworld. But death, curses, nor the wrath of the Gods will keep him from returning to her.

Poseidon will use Greece’s war to get what he wants: Medusa. He does not care that she belongs to another. He does not care that she will be damned. He is a God, an Olympian, and she will be his.

add-to-goodreadsPurchase Links: Amazon USB&N • Kobo • iBooks

Review by Alexa

Kita pasti sering melihat gambaran Medusa di film-film laga mitologi. Monster betina kejam bertubuh naga dan berambut ular, yang bisa mengubah semua mahkluk yang berani menatap mata berkilaunya menjadi patung batu. Kita mungkin merasa sudah tahu tentang dia dan kisah hidupnya. Tapi percayalah teman, kita belum tahu keseluruhan ceritanya. Sedikit banyak aku tahu bahwa awalnya Medusa tidak dilahirkan sebagai monster. Dilahirkan sebagai putri cantik dan mortal dari ayah seorang Titan Laut, Medusa bagaikan perhiasan berharga dalam keluarganya. Sejak kecil dia menjadi komoditas pertukaran berharga dan sudah dibarter berulang kali. Pengabdian tanpa pamrih Medusa membuat Athena sangat mencintainya ketika gadis itu berakhir menjadi pendeta wanitanya di Kota Athens.

Hati Medusa yang tenang berubah saat bodyguard hariannya digantikan Ariston dari Rhodes, seorang prajurit yang tampan, lembut, kuat dan setia. Dan sebetulnya lebih dibutuhkan di medan perang daripada cuma menjaga pendeta wanita yang terikat sumpah kesucian. Tapi dengan berlalunya waktu, cinta tetap tumbuh walaupun mereka selalu menjaga jarak, hati dan kelakuan.

He drew in a harsh breath before he whispered, “The love I have for you gives me breath and strength. You will always hold my heart. Let it give you the strength to do what must be done. For you will be my lady, forever.”

Buku retale mitologi selalu punya tempat dihatiku, karena aku suka saat seorang penulis mengambil sebuah kisah yang sudah kita tahu dan memberinya nafas dan sudut pandang yang baru. Buku ini jelas menjadi kisah cinta ngenes yang sangat kontras dibandingkan dengan semua kisah seram tentang Medusa yang pernah kita dengar. Aku suka bagaimana Ms Summers memberikan penggalian kuat dari scene-scene yang begitu sederhana menjadi scene-scene yang menyentuh perasaan dan menguras emosi.

Favoritku adalah ketika Ms Summer menceritakan detail terbangunnya chemistry dan tensi seksual yang sangat romantis dari cinta terpendam Medusa dan Ariston (sentuhan pertama, ciuman pertama, pernikahan mereka). Bagaimana perjuangan mereka untuk menjaga kemurnian cinta dari para dewa yang suka ikut campur (cinta Poseidon yang menghancurkan, pengorbanan Medusa, deal Arison dengan Hades). Kisah hidup dan cinta Medusa yang terjebak dalam intrik perang para dewa bagaikan hiburan telenovela tragis bagi penghuni Olympus. Selain itu joke-joke antar para dewa dewi Olympus dan giatnya para saudari-saudari Gorgon Medusa menyebar gosip seram juga cukup menghibur. Secara pribadi aku tertarik dengan karakter Hades yang dingin dan tanpa hati, tapi lebih banyak memberikan bantuan kecil yang berpengaruh pada akhir hidup Medusa. Aku tak sabar untuk mengintip kisahnya di buku ke-2 series ini.

Kisah beralur lambat ini diceritakan dengan sangat indah dan menyentuh. Buku ini akan memberikan sisi lain dari karakter para Dewa Dewi dan menjungkirbalikan kisah yang selama ini kau pahami. Bahkan pergolakan batin gadis ini setelah menjadi Gorgon juga akan melelehkan semua organ dalam. Dia cuma monster yang salah dipahami.

Endingnya membuatku mendesah puas sambil mengusap air mata. Setidaknya setelah diceritakan dengan segala versi dalam mitologi, Medusa berhak menceritakan kisah ini dari sisinya. Aku akan merekomendasikannya untuk semua pencinta mitologi dan semua orang yang percaya akan indahnya cinta tanpa syarat.

Overall Rating

4stars

SEXOMETER

1bikini
happyreading

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s