Book Review: The Song of David by Amy Harmon

The Song of David by Amy Harmon
Series: Standalone
Release Date: June 13th 2015
Publisher: Self-published
Language: English
Print Length: 370 pages
Format: eBook
Genres: Romance, Contemporary
Target Reader: New Adult

** This book is a STANDALONE novel featuring characters that were introduced in The Law of Moses. It is not a sequel, but it is a spin-off, and it is recommended that The Law of Moses be read first.**

I won my first fight when I was eleven years old, and I’ve been throwing punches ever since. Fighting is the purest, truest, most elemental thing there is. Some people describe heaven as a sea of unending white. Where choirs sing and loved ones await. But for me, heaven was something else. It sounded like the bell at the beginning of a round, it tasted like adrenaline, it burned like sweat in my eyes and fire in my belly. It looked like the blur of screaming crowds and an opponent who wanted my blood.

For me, heaven was the octagon.

Until I met Millie, and heaven became something different. I became something different. I knew I loved her when I watched her stand perfectly still in the middle of a crowded room, people swarming, buzzing, slipping around her, her straight dancer’s posture unyielding, her chin high, her hands loose at her sides. No one seemed to see her at all, except for the few who squeezed past her, tossing exasperated looks at her unsmiling face. When they realized she wasn’t normal, they hurried away. Why was it that no one saw her, yet she was the first thing I saw?

If heaven was the octagon, then she was my angel at the center of it all, the girl with the power to take me down and lift me up again. The girl I wanted to fight for, the girl I wanted to claim. The girl who taught me that sometimes the biggest heroes go unsung and the most important battles are the ones we don’t think we can win.

add-to-goodreadsPurchase Links: Amazon USB&N • Kobo • iBooks
Paperback: Amazon US • Book Depository

Review by Alexa

Tidak ada yang bertarung sendirian di atas ring. Karena pertarungan yang sesungguhnya tidak dimulai saat dia berdiri menghadapi penantangnya. Masa persiapan sebelumnya dengan semua team pendukungmu, itu adalah momen pertarungan yang sesungguhnya. Mereka akan melatihmu, memotivasimu, dan mendorongmu sampai melampau batasan-batasanmu. Mereka tidak akan membiarkanmu menyerah, karena menyerah lebih buruk daripada kekalahan yang sesungguhnya.

Itu adalah motto Tag Team, sebuah brand olahraga yang diciptakan David “Tag” Taggert yang menggambarkan passionnya sebagai seorang fighter Mixed Materials Art. Tag adalah pria yang sangat complicated. Big strong badass yang sensitif, pebisnis dan pekerja keras handal biarpun dia dilahirkan kaya raya, dia lucu, romantis dan pandai menyentuh orang-orang disekelilingnya. Tapi saat remaja dia kehilangan saudara perempuannya, pecandu alkohol dan berulang kali mencoba bunuh diri. Itu yang membuatnya mengenal dan bersahabat baik dengan Moses ( hero dari buku The Law of Moses). Moses seperti Chandler untuk Joey, dan Butch untuk Vishous. Tag gigih memaksakan “cinta dan perhatian”nya kepada Moses dan tak pernah mundur dari semua penolakan yang dia terima. Itu yang menyelamatkan seluruh hidup Moses yang nyaris hancur. Maka saat Tag memohon untuk menyelamatkannya, Moses tak akan pernah bilang tidak. Dia akan menyerahkan segalanya untuk pria itu. Begitu juga dengan seluruh member Tag Team lainnya, semua orang yang telah menerima sentuhan hidup dari Tag.

“Let me be your beast of burden, my back is broad to ease your hurting,” I sang, kissing her earlobe. I would love her and keep her safe, and I swore to myself then that I would do the impossible. There would be no more suffering for Amelie Anderson. I would be the one shouldering all the shit.”

Amellie Anderson, seorang gadis mandiri dengan penampilan klasik yang anggun. Dia adalah pole dancer baru di Club milik Tag (yea, pria satu itu punya kerajaan bisnis), dan gadis itu buta. Millie yang penuh kehidupan dan adiknya Henry, membuka dunia yang sama sekali baru untuk Tag. Dia ingin menyentuh dan menyelamatkan hidup Millie, tapi dalam prosesnya Millie yang lebih banyak menyentuh hidup dan jiwanya. Millie dan Henry membuat Tag melihat dunia dan hidupnya dari sudut yang berbeda.

“Sex is not the most intimate thing two lovers can do. Even when the sex is beautiful. Even when it’s perfect.” Millie drew a deep breath as if she remembered how perfect it had truly been. “The most intimate thing we can do is to allow the people we love most to see us at our worst. At our lowest. At our weakest. True intimacy happens when nothing is perfect.”

Aku rela maraton 2 buku Amy Harmon karena terpesona oleh cover bukunya yang entah kenapa membuatku sesak nafas dan insta love. Dan yea, setelah dia mengikat mata dan hatiku selama 2 hari dengan kisah yang ditulis dengan sangat indah dan karakter-karakter yang menakjubkan. Ya, aku paham sebabnya dia panen rating di GR.

Apakah kamu pernah merasa jatuh cinta pada semua karakter saat membaca sebuah buku? bukan cuma h/h tapi semua? Aku terpesona pada penggalian intens karakter-karakter yang punya banyak kekurangan, punya pembawaan dan cara pandang yang berbeda dari orang lain tapi tetap positif menghadapi apapun. Mereka berinteraksi dalam storyline berlayer yang memberikan kejutan-kejutan secara bertahap dan menambah kedalaman intensitas kisah ini. Sumpah aku berusaha keras supaya tidak sampai nulis spoiler di review ini. PoV buku ini sangat unik karena selain dari POV Moses, POV Tag digambarkan seperti cerita berbingkai. Cerita dalam cerita. Tidak ada PoV gadis-gadis yang biasa dramatis dan penuh telenovela. Buku ini tidak menjual air mata, kalau kamu bisa menangis itu karena kamu terharu dan bahagia bahkan di kondisi terburuk sekalipun. Ini juga bukan sekedar romance, tapi akan membuaimu dengan semua momen kecil menyentuh yang porsinya pas. Kisah ini akan membuatmu mempercayai kembali apa itu pasangan jiwa dan indahnya cinta tanpa.syarat.

Jadi, apakah ini kisah yang indah? Sangat!
Apakah ini akan menggerakan hati? Sudah pasti!
Apakah style penulisannya unik? Ya!
Karena ini adalah kisah tentang cinta, harapan dan memperjuangkan segala yang penting dalam hidup.

*** See Alexa’s review for The Law of Moses here ***
Overall Rating

5stars

SEXOMETER

1bikini happyreading

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s