Book Review: For the Love of Hades by Sasha Summers

For the Love of Hades by Sasha Summers
Series: Loves of Olympus #2
Release Date: August 2nd 2015
Publisher: Self-published
Language: English
Print Length: 301 pages
Format: eBook
Genres: Mythology, Romance, Fantasy
Target Reader: New Adult

Hades, God of Death, has no heart. Persephone is determined to prove otherwise…

Hades, the Lord of the Underworld, has no patience for living things or his Olympian brethren. His purpose is order, administering justice to those who enter his realm, and keeping the balance decreed by the Fates. Meeting Persephone sways his focus, her gentle sweetness threatening his control. But he will not be tempted.

Poseidon’s scheming wreaks havoc upon Persephone. Hades has no choice – he must rescue her.

Hades awakens something within the Goddess Persephone. She feels no fear from his brooding presence. In truth, she’s never felt so alive. Every stolen moment together only confirms her instinct: he is meant to be hers. Such a powerful union suit will face opposition – from Olympus, her troubled betrothed, the Fates, even Hades himself – but she is determined to win his heart.

add-to-goodreadsPurchase Links: Amazon USB&N • Kobo • iBooks

Review by Alexa

Dari antara semua mitologi Yunani, Hades adalah Dewa favoritku. Karena untuk ukuran standar dewa, Hades termasuk yang paling setia. Memang ada kisah tentang penculikan Persephone yang brutal, tapi dia juga jarang melakukan affair dan tidak mengkoleksi anak haram di semua tempat seperti Zeus dan Poseidon. Ketika Ms Sasha Summer memilih untuk menceritakan kembali kisah Hades dalam versi yang lebih romantic, aku memutuskan untuk lebih mempercayai dan menyukai versi yang ini.

Siapakah anti hero rupawan yang punya masa lalu kelam dan lebih misterius daripada Hades? Dengan rambut dan mata sewarna midnight blue, dia memberikan aura gelap menakutkan yang membuat merinding siapapun yang ada didekatnya. Siapa sangka dibalik muka lempeng tanpa ekspresi dan topeng sikap dinginnya tersimpan kekuatan, loyalitas dan komitmen kuat. Dia lebih suka menjadi pengamat dan tidak menikmati formalitas di Olympus. Dia juga tidak tertarik pada perdebatan dan adu kuat para Dewa Dewi di Senat. Hades tak suka menjadi pusat perhatian dan lebih suka menyembunyikan luka batinnya di Dunia Bawah Tanah dan tenggelam dalam pekerjaannya.

Hidup Hades yang monoton tiba-tiba berubah ketika dia bertemu Dewi tumbuhan yang penuh cahaya kehidupan, Persephone. Mereka begitu berbeda karena Persephone adalah semua hal yang tidak akan pernah bisa dimiliki Hades. Rambut kemerahan, mata hijau, kulit sehat hasil bertahun-tahun dibawah sinar matahari, hobi berlari-lari dipadang rumput dan menyanyi untuk pohon dan tumbuhan (entah kenapa aku langsung terbayang adegan Disney Princess Klasik). Kehangatan spontan yang penuh senyum, kelembutan polos yang memikat, dan kebaikan hati tanpa pamrih. Dan yang paling penting Persephone tidak memperlakukan Hades sebagai sosok yang mengerikan. Perlahan tapi pasti, walaupun Hades menolak keras dan menutup diri, hatinya menjawab panggilan dan uluran tangan Persephone.

Her voice broke. “You love me. As I love you.”
He swallowed. Was he capable of love? Did she truly believe he could? “I fear you’ve confused lust with love, Persephone.”
Her green eyes narrowed and she stood, charging him in a fury. “Lust? I would not deny that my body aches for you. But it is my heart that would have you… join with me… You and no other…” Her voice grew husky as she placed her hand on his chest. “Your heart answers mine…”

Aku membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca buku ini. Bukan karena alur lambat atau narasi mendetailnya. Tapi karena aku meresapi kalimat-kalimatnya yang indah dan penuh perasaan. Belum lagi kalau aku harus “pause reading mode” karena sibuk mendesah sambil berkaca-kaca, sambil membayangkan scene-scene romantis yang sukses mengaduk-aduk perasaanku. Karakter-karakternya sangat konsisten, digali kuat dan sarat emosi. Bahkan Poseidon yang kebagian peran antagonis juga tetap menarik untuk diintip jika kelak bukunya diterbitkan. Chemistry antar pasangan terjalin kuat sejak pertemuan pertama mereka dan bagusnya tidak melibatkan insta love.

Buku ini menawarkan banyak hal. Kita bisa mengintip sisi lembut dan pergolakan hati Hades, perjuangan Persephone untuk membuktikan bahwa Hades masih punya hati, sex steamy yang melumerkan organ dalam (cek scene cicak-cicak di dinding dan mandi kembang di pinggir sungai), dan juga porsi besar aksi pertempuran. Aku sudah pasti merekomenkan untuk semua pecinta retelling mitologi dan pembaca yang punya spot lemah di hati untuk para (anti) hero bermasa lalu suram.

*** See Alexa’s Review for Medusa, A Love Story here ***
Overall Rating

4stars

SEXOMETER

2bikinis

happyreading

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s