Book Review: Sex Love Repeat by Alessandra Torre

Sex Love Repeat by Alessandra Torre
Series: Standalone
Release Date: March 10th 2015 (3rd Edition)
Publisher: Self-published
Language: English
Print Length: 197 pages
Format: eBook
Genres: Erotica, Romance, Contemporary
Target Reader: Adult

I love two men. I screw two men. I am in a relationship with them both, and they are both aware there is another. That is all they need to know, that is all I let them know. They don’t need to know a name; they don’t need to know anything but that they are not alone in my heart.

They have accepted the situation. Stewart, because his life is too busy for the sort of obligations that are required in a relationship. Paul, because he loves me too much to tell me no. And because my sexual appetite is such that one man has trouble keeping up.

So we exist, two parallel relationships, each running their own course, with no need for intersection or conflict. It works for us, for them, and for me. I don’t expect it to be a long-term situation. I know there is an expiration date on the easy perfection of our lives.

I should have paid more attention, should have looked around and noticed the woman who watched it all. She sat in the background and waited, tried to figure me out. Saw my two relationships, the love between us, and the moment that it all fell apart.

She hates me.
I don’t even know she exists.
She loves them. I love them.
And they love me.

EVERYTHING else hangs in the balance.

add-to-goodreadsPurchase Links: Amazon USB&N • Kobo
Paperback: Amazon US 
Book Depository

Review by Alexa

Pernahkan kau ditampar 2x oleh orang yang sama? Belum? Kau harus merasakannya, Alessandra Torre “menampar” kebiasaan sok tahu dan suka menebak-nebakku dengan 2 novel standalonenya yang brilian. Sinopsis Sex Love Repeat sudah menggambarkan secara gamblng apa yang akan kuhadapi 200 halaman kedepan, cinta segitiga super panas. Topik sensitif selain 3some yang selalu kuhindari dalam bentuk apapun. Tapi bujukan Ms Torre terlalu kuat, dia membuatku berjanji dinarasi awal novelnya.. “I know what you’re thinking. That dropped jaw and disgusted look on your face? I’ve seen it before. But wait. Please. Don’t judge me quite yet.”

So di sinilah aku, membaca topik yang “menegangkan” bagiku dengan sukarela karena penasaran dengan cara beliau menghandle konflik kisah ini. Dan ternyata perjuanganku tidak sia-sia. Biasa kita benci baca cinta segitiga atau selingkuh karena perasaan tak suka kalau salah satu pihak dikhianati atau dibohongin kan? Nah, kisah ini akan memberi aura kisah yang jauh berbeda. I promise you.

Stewart Brand, dia adalah kekasih Maddison selama 2 thn. Awal pertemuan mereka bagaikan kisah awal dongeng fairytale. Maddison menyebutnya, My Dark Knight. Dia kaya raya, workaholic dan tidak punya waktu untuk hal selain “work, rest, fuck”. Dia penuh percaya diri, jadwal ketat dan sangat intens. Dia memanjakan gadis ini dengan uang dan orgasme kilat, tapi dia tak punya waktu untuk hal-hal sederhana lainnya. Jadi dia menyarankan Maddison untuk mencari pacar ke-2 yang akan merawat dan memanjakan gadis itu selama dia kerja. Masalahnya, dia TERLALU percaya diri, akan posisinya dihati gadis itu.

Paul Linx, ditemukan Maddison 5 bln setelah dia mengencani Stewart. Dia menghidupi diri dari passionnya sebagai peselancar. Dia adalah tipe pacar idaman yang diinginkan semua gadis. Penuh perhatian, seksi, easy going, tubuh menawan, dan stamina untuk maraton bercinta seharian. Kelemahannya cuma satu, miskin. Tapi dia TERLALU cinta mati gadis itu sampai siap mengambil sekecil apapun kesempatan untuk mendapatkan Maddison.

Maddison, gadis cantik berkelas dari keturunan baik-baik. Dia mempesona, smart, pecinta buku dan seksi bitch yang tahu caranya flirt dengan sangat anggun. Masalahnya cuma satu dia TERLALU penuh passion dan digambarkan bak Aprodithe, yang sangat nyaman dengan sisi seksualnya dan tidak ragu menebarnya sebagai hadiah ke seluruh dunia.

“The heart is stubborn. It holds onto love despite what sense and emotion tells it. And it is often, in the battle of those three, the most brilliant of all.”

Cara bercerita Alessandra Torre selalu memikatku, pilihan kata-katanya menawan dan penuh perasaan. Dia pandai mengolah emosi dan menggali tiap interaksi para karakter dengan intensitas yang mempesona. Aku mendapati diriku jatuh cinta pada setiap karakter dan scene penuh perasaan dari masing-masing hero. Sex scene cukup banyak, buku ini dijamin tidak akan meninggalkanmu dalam kondisi GO. Tidak semua scene full detail digambarkan tapi sudah pasti panas dan menghanyutkan. Bayangkan riak kecil ombak2 kemudian badai… ombak2 kemudian tsunami.. badai2 kemudian air bah.. Yah, siap2 saja menerima serangan multiple O. Alur maju mundur yang dipergunakan tidak membingungkan. PoV yang cukup banyak memperkaya kisah ini. Konflik dan bom utama tidak seruwet Black Lies. Dana, si gadis lain memberi nuansa creepy misterius tapi juga merekatkan semua konflik kisah ini. Ms Torre mengolah konflik dengan sangat ganas, dia mencabik percaya diriku untuk menebak jalan cerita dan ending kisah ini. Aku punya banyak skenario ending mulai dari ala horror, ala psikologi, ala fairytale, ala ero, ala sad ending atau HEA dan ending yang dipilih Ms Torre adalah solusi terbaik untuk kisah ini.

“And when one loves kills another, can you still love the one who’s left?”

Well, dia menempatkanku dalam posisi sulit karena jujur aku tidak bisa berpihak pada Stewart atau Paul, I want them both too!!! Mereka sama-sama perfect dalam atmosfer yang berbeda dan mengisi kekurangan satu sama lain. Mau punya cowo dominan hot tajir dan memujamu. Bisa membelikan seisi dunia untukmu tapi cuma bisa ketemu nyempil-nyempil pas dia free dikantor atau disela waktu lunch cuma untuk bisa ML kilat? Atau cowo surfing pengangguran? Yang cinta mati padamu, bisa dengerin kamu curhat tanpa berkedip, pijet kaki, atau ML seharian, tapi cuma bisa kasih makan indomie sampai next event lomba, itu juga kalau dia menang. Choose… !!! Karena aku tak bisaaaaaaaaaa… Kenapa aku tidak bisa kasih rating 5? Sssthhh.. Itu cm karena aku sirik sama Maddison karena bisa memiliki hati dua pria idaman ini.

Overall Rating

4.5stars

SEXOMETER

3bikinis
happyreading

Advertisements

5 thoughts on “Book Review: Sex Love Repeat by Alessandra Torre

  1. I choose this one. Dari sekian judul buku, saya memilih ini karena: pertama, saya tidak tahu-menahu apa pun mengenai penulisnya. Kedua, ‘Sex Love Repeat’, terasa membingungkan di kepala saya. And, when I start to read the blurb, I falling in love with the story. Rasa haus saya makin menjadi ketika membaca review yang menurut saya begitu ‘pelit’ informasi? Seperti Mbak, saya juga mengalami dilema, tak bisa menentukan pilihan antara Stewart maupun Paul. Di satu sisi, mereka ada lah tipe yang menggiurkan, tetapi di sisi lain kondisi mereka persis sama menyebalkannya. Oh iya, saya suka gaya mereview, Mbak. Terkadang, saya jatuh cinta sama novel justru bukan pada blurb, tetapi bagaimana reviewer menyajikan ulasan yang persuasif. And the last, saya berharap bisa baca novel ini suatu hari 😀

    Like

  2. thank you sudah mampir Kejora. Hmm aku selalu pingin bikin review yang bisa kasi gambaran isi novelnya, kekuatan dan kelemahannya, tapi juga bebas spoiler jadi pembaca masih bisa menikmati enjoynya proses baca pas dia mencoba sendiri baca novel yang dimaksud.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s