Book Review: Obsidian by Jennifer L. Armentrout

Obsidian by Jennifer L. Armentrout
Series: Lux #1
Release Date: May 8th 2012
Publisher: Entangled Teen
Language: English
Print Length: 400 pages
Format: eBook
Genres: Fantasy, Romance, Paranormal
Target Reader: Young Adult

Starting over sucks.

When we moved to West Virginia right before my senior year, I’d pretty much resigned myself to thick accents, dodgy internet access, and a whole lot of boring…until I spotted my hot neighbor, with his looming height and eerie green eyes. Things were looking up.

And then he opened his mouth.

Daemon is infuriating. Arrogant. Stab-worthy. We do not get along. At all. But when a stranger attacks me and Daemon literally freezes time with a wave of his hand, well, something…unexpected happens.

The hot alien living next door marks me.

You heard me. Alien. Turns out Daemon and his sister have a galaxy of enemies wanting to steal their abilities, and Daemon’s touch has me lit up like the Vegas Strip. The only way I’m getting out of this alive is by sticking close to Daemon until my alien mojo fades.

If I don’t kill him first, that is.

add-to-goodreadsPurchase Links: Amazon USB&N • Kobo iBooks
Paperback: Amazon US 
Book Depository

Review by Elle

Obsidian adalah novel pertama dalam seri Lux yang berjenis paranormal (Alien), SciFi dan Romance. Jujur di kepalaku paranormal apalagi ALIEN itu hal yang ‘aneh’ dan lebih ngga masuk akal dibanding Vampire ato Angel. Mengejutkannya, Jennifer sangat cerdas membuat paranormal ALIEN ini asik dibaca. Sumpah asik! Aku adalah tipe yang tidak begitu suka baca genre Young Adult karena menurutku ‘kurang menantang’. Tapi, buku ini membuatku penasaran setengah mati setelah berunding mencari teman untuk diracuni. Sebenarnya sudah lama banget tau buku ini tapi hasrat untuk baca sangat kosong (sekali lagi, karena YA). NAMUN pandanganku terhadap buku ini semua BERUBAH setelah mendapat serangan bertubi-tubi dari si tokoh pria. Saya membaca versi Inggris hanya dalam 6 jam yang kurang lebih 250 halaman. Aku cukup menikmati Obsidian ini karena memberikan rasa berbeda dalam sisi romance berbau alien yang sangat jarang kutemukan.

Dalam Obsidian, aku merasakan aura romansnya lebih kental dibanding paranormal. Mungkin dikarenakan pengarang ingin pembaca menikmati hubungan love-hate yang dirasakan Daemon dan Katy. Dan itu benar-benar bekerja! Rasanya kalau aku berdiri di posisi Katy, i want to bitch-slapped him so much. Pengarang sedang membuat chemistry antara tokohnya jadi bisa dipastikan 70% dari buku akan merasakan aura romans antar dua remaja. Ingat yah, REMAJA! Dan karena ini adalah Young Adult, bisa dipastikan scenenya ‘lumayan sopan’. Apa itu? Oops… rahasia! (Bocoran! versi terjemahan banyak sensor lho… LOL) Oh ya, tidak lupa seperti paranormal lainnya, pasti sekelompok villain yang benci dengan tokoh utama. Hal inilah yang makin mendekatkan Daemon dan Katy.

Daemon adalah pria bermulut nakal, berwajah teman dengan mata hijau merupakan suatu perpaduan yang mengandung berdosa. Diluar itu, Daemon termasuk orang yang super protektif, teritorial dan setia kawan. Sikapnya terhadap Katy membuatku gemes. Perubahannya yang On-off-on-off membuatku ingin menamparnya sekaligus kiss2. Perkataan yang keluar dari mulut Daemon seperti ‘ular’ yang dimana bisa menggoda dan mengigit sakit sekaligus sampai gelundungan (if u know what i mean) hohoho…

“Beautiful face. Beautiful body. Horrible attitude. It was the holy trinity of hot boys.”

 

Katy adalah heroine yang cukup TABAH dan KUAT. Dia berani adu bacot dengan Daemon. Bahkan Katy menemukan ‘bitch side’ dirinya saat bersama Daemon karena sikapnya yang on-off. Dalam kesehariannya, Katy seperti gadis remaja pada umumnya; sekolah dan hobi blogging. Aku salut dengan perjuangan Katy dan patut dapat applause karena tahan banting. Aku tidak tahu sampai kapan dia tabah dengan sikap Daemon sampai akhir, karena jujur aku tidak tahan.

Whew… rasanya sampai keringetan untuk review ini. Terbukti dari rekor yang kupecahkan sendiri untuk baca YOUNG ADULT sampai subuh. Obsidian merupakan buku yang wajib dibaca untuk remaja karena isi cerita cocok untuk menggambarkan keseharian dalam kehidupan remaja dengan bumbu fantasi bertaburan alien tampan dan cantik. Hal yang sangat mengganggu selama aku membaca Obsidian adalah cara Daemon memperlakukan Katy seperti bola ping pong. Terkadang manis, terkadang nyolot. Cara dia ‘mengusir’ Katy dari hidupnya lumayan jahat untuk seleraku. Please… wanita juga punya hati. Tapi aku rasa Katy adalah masokis yang suka ‘disiksa’ oleh perkataan Daemon. hahaha… Setelah membaca Obsidian ini, aku cukup penasaran dengan kisah selanjutnya. Banyak pertanyaan muncul seperti gimana kelanjutan hubungan Katy dan Daemon? Apakah akan muncul villain baru yang lebih kuat dan licik? Tentunya semua tidak akan berakhir mudah donk. Overall, it’s not bad for the first book. Quite okay and entertaining for me 😀

Overall Rating

3.5stars

SEXOMETER

1bikini

happyreading

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s