Book Review: Onyx by Jennifer L. Armentrout

Onyx by Jennifer L. Armentrout
Series: Lux #2
Release Date: August 14th 2012 by Entangled Teen
Language: English
Print Length: 416 pages
Genres: Fantasy, Romance, Paranormal
Target Reader: Young Adult

Ebooks: Amazon USB&N • Kobo iBooks
Paperback: Amazon US 
Book Depository

Being connected to Daemon Black sucks…

Thanks to his alien mojo, Daemon’s determined to prove what he feels for me is more than a product of our bizarro connection. So I’ve sworn him off, even though he’s running more hot than cold these days. But we’ve got bigger problems.

Something worse than the Arum has come to town…

The Department of Defense is here. If they ever find out what Daemon can do and that we’re linked, I’m a goner. So is he. And there’s this new boy in school who’s got a secret of his own. He knows what’s happened to me and he can help, but to do so, I have to lie to Daemon and stay away from him. Like that’s possible. Against all common sense, I’m falling for Daemon. Hard.

But then everything changes…

I’ve seen someone who shouldn’t be alive. And I have to tell Daemon, even though I know he’s never going to stop searching until he gets the truth. What happened to his brother? Who betrayed him? And what does the DOD want from them–from me?
No one is who they seem. And not everyone will survive the lies…

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

Apabila kalian merasa bahwa Obsidian itu menakjubkan, maka bisa dipastikan Onyx akan membuat kalian jatuh cinta lebih dalam lagi pada Daemon Black. Kenapa? Karena dia cowok tangguh yang dilengkapi fitur lengkap tampang menggoda, penampilan menawan, kelakuan usil, dan mulut nakal yang akan membuat Edward Cullen tersipu-sipu malu, yeah.. karena itu.

Nah kalau di Obsidian dia iseng dan bersikap labil pada Katy si heroine, di sini dia sudah bertekad akan memusatkan semua energi dan pesonanya untuk membuat Katy bertekuk lutut dan memproklamirkan cinta yang terpendam kepada dirinya (baca Daemon) dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan dia sungguh-sungguh berusaha dengan segala cara untuk meluluhkan hati Katy. Seperti kutipannya ini yang sukses membuatku ngakak sampai lupa berkelakuan ala Ladylike…

“Stop distracting me Kitten. Back to my bet by New Year’s Day, you’ll have admitted that you’d madly, deeply, irrevocably, and irresistibly in love with me.”
Stunnes, I choked on my laugh.
“And you dream about me,” He releases my arm, cocking an eyebrow.” I bet you’ll admit that. Probably even show me your notebook with my name circled in heart.” Daemon wink.

Belum lagi muncul cowok saingan yang bikin Daemon gelisah. Daemon cemburu? Dan berusaha ga mau sebut nama saingannya ( kebayang ga sih 1 buku dia kasi nama sebutan yg beda2 untuk si saingan). Kau pasti ga pingin ketinggalan momen ini. Ngakak lagi.

Ada beberapa scene manis yang menggambarkan sisi “Daemon yang sudah diedit dan dipoles jadi lebih BF material”. Kita akan melihat sisi Daemon yang lebih rapuh, lebih nice, lebih posesif dan lebih protektif dan tentu aja lebih romantis terhadap Katy. Relasi antar karakter di Onyx sangat intens dan menggemaskan tapi juga membuatku frustasi karena inginkan dosis-dosis tambahan yang lebih berlumuran dosa. OMG.. harus ingat ini masi dalam koridor Young Adult.

Aku juga sangat menyukai karakter Katy yang kutubuku tapi menarik serta bisa menjadi lawan tarik ulur yang sama kuat untuk menjinakan Daemon. Jujur, aku juga kepingin dicium sepanas itu lhoo.. Tipe ciuman yang bisa membuat jempol keriting, meledakan komputer dan membuat dirimu menyala seperti pohon Natal hihihi…

Walau alurnya familiar tapi Jen berhasil mengolah kisah standar petualangan remaja dengan bumbu roman yang menawan menjadi lebih fresh untuk dinikmati. Dengan gaya bahasa santai khas remaja tapi penuh taburan humor kelas tinggi, buku ini membawa tema alien jadi sangat menarik. Jujur biasanya aku tidak tertarik dengan buku-buku science fiction apalagi dengan alien-alien bertaburan didalamnya. Tapi series ini menggodaku, menarik dan mengikatku makin dalam setiap detailnya.

Secara storyline, dalam Onyx banyak hal yang digali lebih dalam daripada Obsidian. Lebih kompleks secara cerita, banyak scene rollercoaster secara emosional, penuh twist yang mengejutkan dan porsi superbesar aksi berantem super seru dan juga aksi romance yang jauh lebih banyak, lebih panas dan lebih membuat jantungan. Bahkan sampai di 20 halaman terakhir dan endingnya pun masih menegangkan dan bikin penasaran.

Ini kisah yang sangat menarik untuk dibaca apalagi bagi para pecinta YA yang ingin aura yang berbeda, karena menurutku sangat jarang ada YA yang punya porsi seimbang antara aksi duel fantasi seru dan sekaligus roman dengan karakter pasangan sekuat ini tanpa harus melibatkan banyak aktivitas ranjang.

Kalau aku boleh mengusulkan kepada si penulis, aku membutuhkan buku ini untuk dinaikan kelasnya ke level umur new adult saja dong… pleaseeee.. ga kuat diriku sama chemistry pasangan dibawah umur ini. Bonus material 1 scene dalam POV Daemon juga super menarik, bisakah diperbanyak? Please.. Please.. Very please.. Singkat kata, aku menyerah pada pesona series ini dan sangat menyukainya. Sudah mulai hangover dan tak sabar berburu lanjutan dari seri ini.

OVERALL RATING

4.5stars

SEXOMETER

1bikini

happyreading

Advertisements

2 thoughts on “Book Review: Onyx by Jennifer L. Armentrout

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s