Book Review: Heart of Iron by Bec McMaster

Heart of Iron by Bec McMaster
Series: London Steampunk #2
Release Date: May 7th 2013
Publisher: Sourcebooks Casablanca
Language: English
Print Length: 448 pages
Format: Paperback
Genres:  Paranormal, Romance, Historical
Target Reader: Adult

In the mist-shrouded streets of London’s dreaded Whitechapel district, werewolves, vampires, and a clockwork army are one step away from battle…

No One to Trust

Dangerous. Unpredictable. That’s how people know the hulking Will Carver. And those who don’t like pretty words just call him The Beat. No matter how hard Will works to suppress his werewulfen side, certain things drive him beyond all control. And saucy Miss Lena Todd tops the list.

Lena makes the perfect spy against the ruling Echelon blue bloods. No one suspects that under the appearance of flirtatious debutante lies a heart of iron. Not even the ruthless Will Carver, the one man she can’t wrap around her finger and the one man whose kiss she can never forget. He’s supposed to be protecting her, but he might just be her biggest threat yet…

add-to-goodreadsPurchase Links: Amazon USB&N • Kobo iBooks
Paperback: Amazon US 
Book Depository

Review by Alexa

Saat keluar dari tembok aman Whitechapel, kita akan diajak menelusuri glamournya kehidupan Echelon di Ivory Tower. Tempat dimana para ningrat Blueblood melancarkan intrik dashyat dan manuver-manuver kelas atas dibalik senyum menawan, godaan kedipan bulu mata, dan kibasan kipas nan anggun. Setelah kita familiar dengan sisi Blueblood di buku pertama, sekuelnya ini akan membuka dunia baru, ancaman-ancaman alami untuk Blueblood (vampire), dunia Verwulfen (werewolf) dan Humanist (manusia).

Helena Todd punya sentuhan bagus terhadap benda-benda rumit seperti jam. Dia selalu merindukan kehidupan lamanya. Tapi jatuh cinta pada The Beast of Whitechapel tidak akan mendekatkannya pada tujuan hidup yang lebih penting, kontrak thrall dari para Duke penguasa Echelon. Selain itu Lena butuh sensasi untuk merasa berarti, jadi dia terlibat dalam intrik mata-mata humanist dan politik kerajaan yang akan membuatnya terancam dengan berbagai konflik kepentingan. William “The Beast” Carver yang misterius dan moody sudah mencuri hati sejak kemunculannya di buku 1. Dia sukses besar mencabik-cabik pertahananku dengan style ” irit bicara banyak bekerja”. Aku sudah bilang kalau dia adorable? Seperti teddy bear besar yang enak dipeluk dan memberi sensasi nyaman? I WANT HIM SO BADLY!!!

Bagaimana aku bisa bertahan, dia rela melakukan APAPUN untuk membuat Lena, wanita yang dia cintai tetap aman, walaupun itu artinya dia tidak bisa memilikinya. Sikon di London saat itu tidak memungkinkan seorang verwulfen yang bak budak tanpa rantai leher memiliki seorang manusia kecuali sebagai majikannya. Dimatanya cuma ada Lena seorang, dan dia selalu ada untuk gadis itu. Will terus mengorbankan perasaannya dan mendorong gadis itu menjauh. Dia tahu cintanya tak akan membuat Lena bisa meraih obsesinya, mimpi besar untuk bisa diterima di kalangan Echelon.

Will kissed her lips lightly, chasing away the questioning tone. “You know I love you,” he said. Her body quivered against his, but he pressed a finger to her lips, stalling her. “I would die for you,” he told her. “I’d kill for you. I faced down mechanical squid, rampagin’ humanists, and lessons in etiquette for you. I danced at a ball for you.”

Will membuatku menangisi kesetiaannya yang tak terbatas. Patah hatinya membuatku merana berhari-hari. Ucapan super iritnya selalu bisa merajam hati. Tak masalah walau aku harus menunggu sampai 200 hal untuk mendengar pengakuan isi hati super dashyatnya. Will mengingatkanku kembali pada tulusnya cinta tanpa syarat.

“I will give you the world,” he whispered, stroking the hair off her forehead. “I will protect you, I swear. I’ll never let you hurt again, I promise. Just come back, Lena. Come back and let me love you.”

Di novel ini tidak hanya mengurusi cinta Will dan Lena yang steamy, tapi juga konflik-konflik yang melanda Inggris saat itu. Kita akan dimanjakan dengan aksi mata-mata dan intrik-intriknya yang menegangkan, kunjungan para werewolf asing ( VIKING!!! Yay..), hottie baru dari pasukan elite kerajaan Nighthawks, dan taburan aura steampunk seperti pertarungan seru dengan para pemberontak bawah tanah, monster mesin, desain clockwork indah dan cyborg yang membuat mataku bersorak bahagia. London Steampunk jelas diciptakan untukku. Bec membawaku memasuki dunia baru yang begitu detail dan hidup, dimana batasannya hanyalah kekuatan imaginasimu. Kisah didalamnya mewakili semua hal yang kuinginkan dari sebuah novel. Petualangan yang seru dan menegangkan. Narasi yang konsisten. Setting dunia baru yang menakjubkan. Karakter dengan chemistry kuat, ditulis dengan sense humor kualitas mematikan, scene-scene yang sangat intens dan seksi. Twist bergejolak tanpa akhir. Jujur saat membaca kisah ini, di otakku langsung membayangkannya seperti adegan-adegan di layar lebar. Absolutely hangover for days.

*** SEE Alexa’s REVIEW FOR Kiss of Steel (London Steampunk, #1) HERE! ***
Overall Rating

5stars

SEXOMETER

3bikinis

happyreading

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s