Book Review: The School for Good and Evil by Soman Chainani

The School for Good and Evil by Soman Chainani
Series: The School for Good and Evil #1
Release Date: May 14th 2013 by HyperCollins
Language: English
Print Length: 544 pages
Genres: Fantasy, Magic, Adventure, Romance
Target Reader: Young Adult

Ebook: Amazon USB&N • Kobo iBooks
Paperback: Amazon US 
Book Depository
Indonesia: Periplus (Paperback/Hardcover)

“The first kidnappings happened two hundred years before. Some years it was two boys taken, some years two girls, sometimes one of each. But if at first the choices seemed random, soon the pattern became clear. One was always beautiful and good, the child every parent wanted as their own. The other was homely and odd, an outcast from birth. An opposing pair, plucked from youth and spirited away.”

This year, best friends Sophie and Agatha are about to discover where all the lost children go: the fabled School for Good & Evil, where ordinary boys and girls are trained to be fairy tale heroes and villains. As the most beautiful girl in Gavaldon, Sophie has dreamed of being kidnapped into an enchanted world her whole life. With her pink dresses, glass slippers, and devotion to good deeds, she knows she’ll earn top marks at the School for Good and graduate a storybook princess. Meanwhile Agatha, with her shapeless black frocks, wicked pet cat, and dislike of nearly everyone, seems a natural fit for the School for Evil.

But when the two girls are swept into the Endless Woods, they find their fortunes reversed—Sophie’s dumped in the School for Evil to take Uglification, Death Curses, and Henchmen Training, while Agatha finds herself in the School For Good, thrust amongst handsome princes and fair maidens for classes in Princess Etiquette and Animal Communication.. But what if the mistake is actually the first clue to discovering who Sophie and Agatha really are…?

The School for Good & Evil is an epic journey into a dazzling new world, where the only way out of a fairy tale is to live through one.

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

“In the forest of primeval
A school for Good and Evil
Twin towers like two heads
One for the pure
And one for the wicked
Try to escape you’ll always fail,
The only way out is
Through a fairytale.”

Buku ini dan cover indahnya adalah cinta pada pandangan pertama bagiku. Temanya yang menarik dan astaga.. ilustrasi-ilustrasi scene di halaman dalam yang begitu cute mengingatkanku pada buku-buku bergambar menggemaskan masa kecil dulu. The School for Good and Evil ini akan mengenalkan kita pada 2 orang gadis yang bagaikan kutub yang berbeda. Sophie yang cantik dan girly, princess wannabe pemuja keindahan dan kecantikan, pink lover dan tergila-gila pada perawatan tubuh dan wajah organik. Dan Agatha yang tomboy dan penyendiri, berwajah biasa, bercita-cita menjadi penyihir, suka berpakaian hitam tanpa model, judes dan hobi main di kuburan.

Dengan caranya sendiri mereka bersahabat. Percakapan mereka selalu membuatku tertawa. Judesnya Agatha saat mengkritik kebiasaan Sophie yang selalu memaksanya menjadi tester produk kecantikan handmadenya. Atau style pasif agresif Sophie yang selalu bisa memaksakan kehendaknya pada Agatha. Diantara semua hal yang tidak pasti di dunia, mereka berdua saling memiliki.

Setiap 4 thn kepala sekolah Good and Evil akan menculik 2 anak untuk di didik menjadi karakter terbaru di buku dongeng. Dan Sophie, sudah siap lahir batin untuk diculik tahun ini, dia mempersiapkan dirinya. Sementar anak lain mengunci pintu kamar dan jendela, dia membuka lebar-lebar dan menyuguhkan sepiring kue, memakai gaun pink terindahnya dan tidur dengan make up untuk penampilan terbaik, tak lupa dia mempacking banyak sayuran terpenting untuk dibawa para princess: timun! Dan Agatha berusaha dengan segala cara untuk menggagalkan penculikan Sophie.

“She had always found villains more exciting than heroes. They had ambition, passion. They made the stories happen. Villains didn’t fear death. No, they wrapped themselves in death like suits of armor! As she inhaled the school’s graveyard smell, Agatha felt her blood rush. For like all villains, death didn’t scare her. It made her feel alive.”

Bersetting di sebuah sekolah klasik ala Hogwart dengan 2 tower kembar yang berbeda aura. Di sana para guru mendidik anak-anak sesuai kepribadian mereka menjadi calon hero/heroin dan villain dongeng terbaik. Jangan lupakan silabus pelajaran yang bikin ngakak saking antiknya dan desain isi tiap tower yang membuatku menahan napas saat membaca gambarannya. Wall of Fame par lulusan terbaik? Sistem rangking tiap kelas, Trial atau ujian yang seganas Hunger Games, Circus yang semacam kontes bakat dan jangan lupa Ball homecoming. Dan para pangeran tampan yang berlatih pedang dengan shirtless karena kemeja mereka basah oleh keringat, tapi tetap punya senyum maut dan tatanan rambut sempurna yang tidak akan kusut walau mereka melakukan manuver berbahaya.

“Only once you destroy who you think you are can you embrace who you truly are”
Dari semua buku reimage dongeng, menurutku ide buku ini sangat orisinil dan menarik. Walau ini buku untuk anak dan remaja, tapi kisah ini akan membuatmu terkaget-kaget dan kagum akan kedalaman konflik, twist-twist tajam penuh kejutan dan pertanyaan-pertanyaan dibalik makna persahabatan, cinta, dan juga standar baik dan buruk. Ini jelas bukan buku fairytale biasa, karena kisah ini akan memberikan paket lengkap humor, karakter-karakter unik yang digali mendalam, chemistry yang kuat, romantisme dan sisi gelap fairytale, ending happily ever after yang sama sekali berbeda dan sebuah storyline yang akan membuatmu menganga sampai akhir.
Aku akan merekomenkan pada semua pecinta fairytale, karena ini adalah buku yang indah, unik dan jenius. Dan bimbingan orang tua untuk ending yang ambigu dan bisa disalah artikan untuk anak-anak dibawah umur.

OVERALL RATING

4.5stars
happyreading

Advertisements

3 thoughts on “Book Review: The School for Good and Evil by Soman Chainani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s