Guest Review: Be with Me by J. Lynn

Be with Me by J. Lynn
Series: Wait for You #2
Published: February 4th 2014 by William Morrow Paperbacks
Language: English
Print Length: 365 pages
Genres: Contemporary, Romance, College
Target Reader: New Adult

Ebook: Amazon US • B&N • Kobo • iBooks
Paperback: Amazon USBook DepositoryPeriplus

Teresa Hamilton is having a rough year—she’s in love with her big brother’s best friend, but he hasn’t spoken to her since they shared a truly amazing, mind-blowing, change-your-life kiss. She got out of a terrible relationship. And now an injury is threatening to end her dance career for good. It’s time for Plan B – college. And maybe a chance to convince Jase that what they have together is real.

Jase Winstead has a huge secret that he’s not telling anyone. Especially not his best friend’s incredibly beautiful sister. Even though he and Teresa shared the hottest kiss of his life, he knows that his responsibilities must take priority. He certainly doesn’t have time for a relationship. But it doesn’t help that all he can think about kissing the one girl who could ruin everything for him.

As they’re thrown together more and more, Jase and Tess can’t keep denying their feelings for each other. But a familiar danger looms and tragedy strikes. As the campus recovers, the star-crossed couple must decide what they’re willing to risk to be together, and what they’re willing to lose if they’re not…

add-to-goodreads


REVIEW BY GUEST (Daisy)

Be With Me merupakan buku kedua dari wait for me series karangan J. Lynn aka Jennifer L. Armentrout yang juga merupakan salah satu author favoritku. Setelah beberapa bulan lalu membaca buku pertama terus terang aku tidak terlalu berminat untuk membaca buku kedua, bukan karena tidak bagus tapi menurutku terlalu biasa saja. Tapi setelah beberapa hari dilanda kejenuhan dengan buku-buku dark romance akhirnya buku ini menjadi pilihanku karena memiliki tema yang lebih ringan.

Pertama kali membaca sinopsis, aku agak ragu apakah akan menyukai buku ini karena tema yang terlalu umum dan sedikit klise. Teresa dan Jase pernah berbagi ciuman panas yang tak pernah mereka lupakan 3 tahun yang lalu, tapi setelah hal itu terjadi Jase justru menghilang ditelan bumi. Tiga tahun kemudian, setelah kecelakaan yang merenggut mimpiny menjadi seorang penari, Tess ikut bersama kakaknya untuk melanjutkan kuliah dan dari situlah dia dipertemukan kembali dengan Jase, yang tidak lain adalah sahabat baik Cam- kakak Tess -.

Jase, seperti kebanyakan hero. Funny, sweet, naughty and sexy as hell. Dia juga baik dan bisa romantis saat dibutuhkan, Tapi ketidakpastian akan perasaannya pada Tess membuatku sangat jengkel. Jase sedikit plin plan dan tidak yakin akan dirinya sendiri karena masa lalu yang pernah dialaminya. Maju satu langkah mundur dua langkah. Aku tahu dia mempunyai alasan akan hal itu tapi, yah, tetap saja menjengkelkan.

Di sisi lain aku cukup menyukai karakter Tess. Dia berkomitmen pada perasaannya terhadap Jase tapi dia cukup punya harga diri untuk tidak mengemis-ngemis cinta, walaupun kadang lembek saat dihadapkan pada tatapan panas Jase, yah, siapa yang bisa menolak kalau dapat rejeki ciuman dari orang macam Jase, mungkin aku sedikit bisa mengerti hal itu.#fansgirlmodeon

“Sometimes some really good things come from something unexpected”

Buku ini khas anak muda dengan hormon yang masih berkembangbiak dengan liar, penuh drama percintaan khas buku-buku NA tapi menurutku bukan jenis cheesy drama yang bikin orang pengen jedotin kepala ke aspal-aspal terdekat. Selain itu penulisan cerita cukup mengena dihati membuatku meneteskan air mata penuh haru dan rasa frustasi.

Twist cerita yang sebenarnya biasa saja dan sudah umum dipakai tapi cukup tak tertebak, dikupas sedikit demi sedikit membuatku menduga-duga penuh rasa penasaran. Mungkin konflik cerita sedikit terlalu banyak tapi Jennifer berhasil menyelesaikannya dengan ending yang bisa kupahami.

“Sometimes it’s better to be alone. Nobody can hurt you”

Chemistry dibangun dengan perasaan tarik ulur penuh roller coster yang membuatku frustasi tapi justru itu yang menurutku menguatkan ikatan antara h/h.  Humor-humor khas Jennifer yang sangat aku sukai, diselipkan diantara percakapan-percakapan serius yang bisa membuatku menangis kemudian tertawa ngakak. Barter dialog yang lucu dan natural membuat cerita terasa lebih hidup. Dan jangan lupakan adegan-adegan steamy and sweet yang membuatku menerawang jauh menatap tembok sebelum akhirnya membuka lembaran baru.

Karakter dari buku pertama dimunculkan kembali dibuku ini, bisa dibilang mereka terlalu banyak mengambil tempat distoryline dan bahkan kadang aku menganggap mereka lebih menarik daripada karakter utama tapi itu sama sekali tak menggangguku justru membuatku lebih bersemangat untuk membaca dan memberi warna pada cerita.

Mungkin beberapa pembaca tidak menyukai cerita klise penuh drama anak muda, dan karakter-karakter penuh kegalauan, bahkan kadang aku juga tidak menyukainya tapi karena ini buku NA dengan h/h yang memang masih muda aku bisa memakluminya selain itu cerita ini tidak terlalu menyakitkan untuk dicerna. Novel ini memang tidak sempurna, but i enjoy it.

OVERALL RATING

4stars

SEX-O-METER

2bikinis

happyreading

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s