Book Review: Born in Blood by Alexandra Ivy

Born in Blood by Alexandra Ivy
Series: The Sentinels #1
Publication Date: December 31st 2013 by Zebra
Language: English
Print Length: 400 pages
Genres:  Paranormal Romance, Fantasy
Target Reader: Adult

Ebook: Amazon USB&NKobo • iBooks
Paperback: Gramedia (Terjemahan)

In a stunning new paranormal romance series—even edgier than her bestselling Guardians of Eternity books—New York Times bestselling author Alexandra Ivy lures readers into the dark, seductive world of the Sentinels—humans outcast by their hidden abilities, treading the line between life and death, good and evil, pleasure and pain…

Born In Blood

Sergeant Duncan O’Conner has seen it all before. A beautiful erotic dancer is found murdered in her home—no suspect, no motive. But there’s one clue: she’s missing her heart. It’s enough to make the hard-bitten Kansas City cop enlist the help of a necro—one of the dead-channeling freaks who live in the domed city of nearby Valhalla. It’s a long shot, but desperate crimes call for desperate measures.

Unlike the other “high-bloods” in Valhalla, Callie Brown considers her abilities a gift, not a curse. But when she reads the dancer’s final thoughts, she senses a powerful presence blocking her vision. This is no ordinary homicide. This is the work of a legendary necromancer who controls souls. A ravenous force that will put Callie’s skills to the test, O’Conner’s career at risk, and both their hearts on the line…literally.


REVIEW BY ALEXA

Seri baru dari salah satu penulis PNR faveku? Tentang para sentinel seksi pelindung manusia super? Cover marron yang mencolok mata? Wow dong.. Trus kenapa ratingnya gitu? Please Ivy’s fans, biarkan aku menjelaskan alasanku sebelum menimpukku dengan bitterballen.

  • Storyline cerita ini super datar dari awal sampai akhir. Mana kisah penuh intrik? Mana petualangan penuh aksi? Mana romance sepanas kompor? Zero. Untuk penulis sekaliber Ivy, aku yakin dia bisa meramu kisah yang lebih menggetarkan. Aku lebih menikmati buku ini seandainya Ivy lebih banyak menunjukan semua narasinya dengan aksi nyata bukan cuma informasi.
  • Aku suka potensi jenis paranorm baru yang menggabungkan sihir-sihir dan dunia tehnologi. Tapi world building di novel ini sangat lemah. Untuk apa mereka memakai nama Valhalla kalau sama sekali tidak ada unsur unsur Norse di dalamnya? Aku merasa tertipu. Aktivitas paranormal di buku ini sangat minimalis, sebagian besar aksi keren itu justru datang dari sang Villain ganteng yang namanya berhasil merusak mood bacaku, Lord Zahkar.
  • Diceritakan dalam pov orang ke-3 serba tahu, cerita ini memang bisa menangkap semua sisi dari pemeran utama, figuran bahkan villain-villainnya. Tapi alur majunya pun terasa bak menonton film perpaduan Indiana Jones, MIB, Mortal Instrumen. Tidak ada scene yang cukup WOW untuk di kenang apalagi sampai bikin baper. Semua akan terlupakan setelah menulis review ini.
  • Karakter utama Duncan dan Callie tidak bisa menarik perhatianku dan tidak tahu prioritas. Karakter mereka sangat stereotip dan tidak memorable. Agak menyebalkan melihat buku pnr yang serius mengupas penyelidikan kasus kepolisian tapi sebagian besar isinya lebih banyak momen grepe-grepe dan naik ranjang setiap ada kesempatan biarpun dalam kesempitan. Instalust dan perkembangan chemistry mereka sulit dipercaya dan terasa sangat di paksakan. Dan yay… kita akan dihibur dengan adegan hore-hore sepanas lilin diterpa angin badai.
  • Banter dan percakapan antar karakter garing, jokenya pun tidak lucu. Flirt-flirtnya tidak menggetarkan dan aku bosan baca pengulangan tentang kesempurnaan fisik setiap tokoh dalam buku ini. Wolfe dan Fane yang bukan pemeran utama saja digambarkan “ukuran lengannya yang meresahkan”, “kibasan rambut gelap dengan sentuhan garis uban… uh maap.. warna putih” beberapa kali disepanjang buku. Bagaimana dengan gambaran kecantikan dan aura keseksian karakter utamanya yang sama sekali tidak digambarkan mirip dengan covernya.
  • Kejutannya dan twistnya tidak mengejutkan. Klimaks konflik tidak menegangkan dan penyelesaiannya super anti klimaks.

Intinya buku cover cantik ini tidak memenuhi harapan dan seleraku. Tapi penggemar Ivy lain jangan putus asa untuk mencoba membacanya dan membuktikan sendiri kebenarannya. Aku juga mungkin akan membaca lanjutan seri ini kelak, karena aku cukup penasaran dengan hubungan Wolfe yang garang dan The Mave. Juga Serra dan Fane di buku 2. Tapi kalau kalian penasaran, versi terjemahannya sudah keluar lho. Silahkan mencoba!

OVERALL RATING

2.5stars

SEX-O-METER

1bikini

happyreading

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s