Book Review: The Wolf & the Dove by Kathleen E. Woodiwiss

The Wolf & the Dove (Gairah Sang Serigala) 
by
Kathleen E. Woodiwiss

Series: Standalone
Published: February 2013 by Gagas Media
Language: Terjemahan
Print Length: 763 pages
Genres: Historical Romance
Target Reader: Adult

Paperback: Toko buku online

Ketika Normandia menyerang dan menyapu sepanjang Saxon, Inggris tahun 1066, Aislin ofDarkenwald menyaksikan sendiri ayahnya dibunuh tepat di luar rumahnya. Wulfgar, sang IronWolf of Normandy, tiba di tempat itu untuk memerintah Darkenwald—dan hanya butuh satu kalitatapan mata untuk memutuskan Aislin sebagai miliknya.

Tak ada yang lebih dibenci perempuan itu melebihi perasaannya pada pasukan Normandia, namunWulfgar memaksanya membuat pengecualian. Laki-laki seliar serigala itu membangkitkan gairahyang selama ini tertidur di dalam dirinya. Dan, selagi berusaha menyangkal perasaannya padaWulfgar, dia juga masih harus berjuang membantu rakyatnya yang baru saja ditaklukkan danibundanya yang masih menangisi kepergian sang ayah.

Aislin dan Wulfgar ditakdirkan sebagai musuh abadi—tetapi mengapa cinta menyuruh keduanya menyerah pada gairah?

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

Hidup Lady Aislinn bagai lepas dari mulut Buaya tapi jatuh ke mulut Serigala. Setelah kastilnya dikuasai dan ayahnya dibunuh pasukan Normandia pimpinan Ragnor, dia diperkosa pria itu dan kemudian hidup sebagai budak di rumahnya sendiri. Nasibnya tak menjadi lebih baik saat Wulfgar, yang menjadi utusan resmi William mengklaim kastil dan tanah seisinya, termasuk kebebasan Aislinn.

Ini adalah buku HR Medieval pertama yang kubaca dari penulis novel klasik Kathleen E Woodiwiss. Kisah ini diawali dengan kuat, sisi sejarahnya menarik dan romancenya cukup berpotensi. Tapi di 761 halaman selanjutnya, buku ini mulai menyodorkan beberapa hal yang membuat kening berkerut.

Pertama, kenapa judulnya The Wolf dan The Dove padahal ini adalah kisah perjalanan cinta Wulfgar dan Aislinn? Panggilan pria itu untuk Aislinn adalah rubah betina, sedangkan merpatiku adalah panggilan cinta dari Ragnor.

Kedua, aku kesulitan untuk menyukai karakter Aislinn yang tidak konsisten sampai kira-kira 70% buku. Aislinn digambarkan sebagai heroine yang penuh kelebihan. Baik hati, berambut merah, bermata violet, super cantik, tinggi dan langsing. Dia selalu menjadi obyek kekaguman dan obsesi semua pria yang melihatnya apalagi yang sudah menyentuhnya. Sayangnya sampai akhir hanya ini yang terbukti, sifat lain bahwa dia dinarasikan sebagai gadis penuh logika, pemberani, punya kecerdasan dan tangkas nyaris tidak pernah muncul sampai akhir. Di sini aku cuma melihat perlawanan mulut pasif agresifnya tapi sikap super pasrah, menolak usaha melarikan diri, tidak mencoba membela diri atau membuat intrik-intrik cerdas/manipulatif untuk mengalahkan musuhnya, bahkan sering kalah dalam perang urat syaraf (dan adu mulut). Usaha perlawanan dan penolakannya terasa labil dan dilakukan setengah hati. Aku bingung dengan perubahan mood dan perilaku galaunya yang selabil masa PMS.

Ketiga, walau aku mendukung kebahagian Aislinn dan Wulfgar tapi chemistry mereka susah untuk di percaya. Momen kebersamaan mereka di dominasi dengan repetisi penggalian ranjang (tidak mendetail) dan kata-kata penuh penghinaan. Tak ada banter seksi penuh flirt atau manuver-manuver tarik ulur yang menaikan tensi.

Keempat, storyline kisah ini bisa dipecah jadi 3 buku yang berbeda saking panjangnya. Jangan lupakan banyaknya musuh dan cobaan yang ditimpakan pada karakter utama novel ini. Beberapa repetisi narasi/scene bisa dihilangkan tanpa mengganggu jalannya cerita. Penulis terlalu bermurah hati memberikan twist yang justru membuat plot awal yang sudah baik menjadi berlubang di akhir cerita.

Pada akhirnya ini adalah 25 chapter terpanjang yang pernah kubaca dan mencakup semua konflik buku HR yang beredar. Aku tetap merekomendasikan buku klasik ini dan mengharapkan second opinion dari para pencinta genre HR lainnya.

OVERALL RATING

3stars

SEX-O-METER

1bikini

happyreading

Advertisements

One thought on “Book Review: The Wolf & the Dove by Kathleen E. Woodiwiss

  1. Wah covernya bagus dan sinopsisnya juga. Semula pengen baca, tp sayang ya ternyata cerita dan tokohnya gak sebagus itu. Thanks reviewnya Alexa.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s