Book Review: Wrong by Jana Aston

*** WARNING! This book is for ADULTS only or may be unsuitable for people under 21 years of age due to sexual content, graphic violence, and/or mature themes. Reader discretion is highly advised. If you are easily offended, then this book is not for you and please do not continue. ***

Wrong by Jana Aston

Series: Standalone
Published: October 7th 2015 by Self-published
Language: English
Print Length: 276 pages
Genres: Erotica, Contemporary, Romance
Target Reader: Adult

Ebook: Amazon US • B&N • Kobo • iBooks
Paperback: Amazon USBook Depository

I have a history of picking the wrong guy. Gay? Player? Momma’s boy? Check, check and check.

Now I can’t stop fantasizing about one of the customers at the coffee shop I work at between classes. It’s just a harmless crush, right? It’s not like I ever see this guy outside of the coffee shop. It’s not like I’m going to see him while attempting to get birth control at the student clinic. While wearing a paper gown. While sitting on an exam table. Because he’s the doctor. Shoot. Me.

But what if, for once, the man I’ve had the dirtiest, most scandalous fantasies about turned out to be everything but wrong?

Wrong is a full-length, standalone novel by Jana Aston



Wrong… I was captivated by the title and the cover. THERE IS NOTHING WRONG with pink cover! Also the blurb… OMG. He’s a gynecologist! I’ve NEVER READ a story this job. The question is how is the book?

Sophie Tisdale (21) is an undergraduate student and working at the coffee shop, Grind Me. She has boyfriend but still in lust with dirty fantasy about her favorite customer. She wants to give her virginity to her 2 months boyfriend and decide to have birth control. Apparently, her dream guy is the doctor who will get her birth control. How shocking! Even they’ve only met through coffee shop, there is something ‘weird’ about Dr. Miller. I have to suspend my disbelief when the examination about to begin.

Sophie has really amazing sense of humor and I loved her! She is not idiot virgin and have dirty mind. She isn’t ashamed about her desire for sex and that’s a plus. She isn’t naive and prudish. Dr. Luke Miller (35) really wants her. He’s very territorial and possessive guy which is reminds me of someone *cough*Grey*cough*. The positive side is he care for her and quite kinky. Yummy! I couldn’t resist kinky doctor who could have sex anytime and anywhere. Also he’s such a dirty talker and has obsession with ass.  I liked their chemistry and it was really HOT!

“Do you want me to strip those tiny jeans off your body? Bend you over my knee? You want my palm slapping against your ass till it turns bright pink? Until my fingers slip between your thighs to test how wet you are?”


But there are some minus with the story and MCs. Their chemistry isn’t enough. They lack of trust and still keeping secrets towards each others. There is miscommunication between them. Sophie has right to be insecure and frustrated because she’s only college student and a lover of rich handsome doctor. Aside the fact she didn’t have father figure, she’s quite independent on her age.

Another problem is Luke always distracted Sophie’s question with sex. Like always. If he couldn’t push her, he got angry and left. WHAT?! THAT IS NOT MATURE! Who is the new adult in this relationship? Of course we never know what Luke has in his mind because there is only Sophie’s POV. Ugh… If only Luke could be more open and understandable without involve sex. Yet, Sophie couldn’t argue with him and too forgivable.


Ah, don’t forget the family drama. Yeah, I admitted that Luke’s family is really fucked up. There was something off with their relationship, like this only for fun. It’s the way I see it. Luke seems confused and sometimes leave abruptly. Similar to someone, again *cough*Grey*cough*. The other that I didn’t like is Sophie’s friend, Everly. She has no filter. Her jokes sucks. Sometimes funny, mostly bleh. Just not my cuppa.

I didn’t enjoy the ending. It was too rushed without more development about their relationship because… (view spoiler). Overall, Wrong was a good read and surprisingly enjoyable. Good enough for a debut book. Even it’s a bit cheesy for my taste but still forgivable. I like the way it was written. If you’re looking for funny, entertaining and sexy-as-hell doctor to get down dirty with you, this is the RIGHT choice!







Guest Review: Be with Me by J. Lynn

Be with Me by J. Lynn
Series: Wait for You #2
Published: February 4th 2014 by William Morrow Paperbacks
Language: English
Print Length: 365 pages
Genres: Contemporary, Romance, College
Target Reader: New Adult

Ebook: Amazon US • B&N • Kobo • iBooks
Paperback: Amazon USBook DepositoryPeriplus

Teresa Hamilton is having a rough year—she’s in love with her big brother’s best friend, but he hasn’t spoken to her since they shared a truly amazing, mind-blowing, change-your-life kiss. She got out of a terrible relationship. And now an injury is threatening to end her dance career for good. It’s time for Plan B – college. And maybe a chance to convince Jase that what they have together is real.

Jase Winstead has a huge secret that he’s not telling anyone. Especially not his best friend’s incredibly beautiful sister. Even though he and Teresa shared the hottest kiss of his life, he knows that his responsibilities must take priority. He certainly doesn’t have time for a relationship. But it doesn’t help that all he can think about kissing the one girl who could ruin everything for him.

As they’re thrown together more and more, Jase and Tess can’t keep denying their feelings for each other. But a familiar danger looms and tragedy strikes. As the campus recovers, the star-crossed couple must decide what they’re willing to risk to be together, and what they’re willing to lose if they’re not…



Be With Me merupakan buku kedua dari wait for me series karangan J. Lynn aka Jennifer L. Armentrout yang juga merupakan salah satu author favoritku. Setelah beberapa bulan lalu membaca buku pertama terus terang aku tidak terlalu berminat untuk membaca buku kedua, bukan karena tidak bagus tapi menurutku terlalu biasa saja. Tapi setelah beberapa hari dilanda kejenuhan dengan buku-buku dark romance akhirnya buku ini menjadi pilihanku karena memiliki tema yang lebih ringan.

Pertama kali membaca sinopsis, aku agak ragu apakah akan menyukai buku ini karena tema yang terlalu umum dan sedikit klise. Teresa dan Jase pernah berbagi ciuman panas yang tak pernah mereka lupakan 3 tahun yang lalu, tapi setelah hal itu terjadi Jase justru menghilang ditelan bumi. Tiga tahun kemudian, setelah kecelakaan yang merenggut mimpiny menjadi seorang penari, Tess ikut bersama kakaknya untuk melanjutkan kuliah dan dari situlah dia dipertemukan kembali dengan Jase, yang tidak lain adalah sahabat baik Cam- kakak Tess -.

Jase, seperti kebanyakan hero. Funny, sweet, naughty and sexy as hell. Dia juga baik dan bisa romantis saat dibutuhkan, Tapi ketidakpastian akan perasaannya pada Tess membuatku sangat jengkel. Jase sedikit plin plan dan tidak yakin akan dirinya sendiri karena masa lalu yang pernah dialaminya. Maju satu langkah mundur dua langkah. Aku tahu dia mempunyai alasan akan hal itu tapi, yah, tetap saja menjengkelkan.

Di sisi lain aku cukup menyukai karakter Tess. Dia berkomitmen pada perasaannya terhadap Jase tapi dia cukup punya harga diri untuk tidak mengemis-ngemis cinta, walaupun kadang lembek saat dihadapkan pada tatapan panas Jase, yah, siapa yang bisa menolak kalau dapat rejeki ciuman dari orang macam Jase, mungkin aku sedikit bisa mengerti hal itu.#fansgirlmodeon

“Sometimes some really good things come from something unexpected”

Buku ini khas anak muda dengan hormon yang masih berkembangbiak dengan liar, penuh drama percintaan khas buku-buku NA tapi menurutku bukan jenis cheesy drama yang bikin orang pengen jedotin kepala ke aspal-aspal terdekat. Selain itu penulisan cerita cukup mengena dihati membuatku meneteskan air mata penuh haru dan rasa frustasi.

Twist cerita yang sebenarnya biasa saja dan sudah umum dipakai tapi cukup tak tertebak, dikupas sedikit demi sedikit membuatku menduga-duga penuh rasa penasaran. Mungkin konflik cerita sedikit terlalu banyak tapi Jennifer berhasil menyelesaikannya dengan ending yang bisa kupahami.

“Sometimes it’s better to be alone. Nobody can hurt you”

Chemistry dibangun dengan perasaan tarik ulur penuh roller coster yang membuatku frustasi tapi justru itu yang menurutku menguatkan ikatan antara h/h.  Humor-humor khas Jennifer yang sangat aku sukai, diselipkan diantara percakapan-percakapan serius yang bisa membuatku menangis kemudian tertawa ngakak. Barter dialog yang lucu dan natural membuat cerita terasa lebih hidup. Dan jangan lupakan adegan-adegan steamy and sweet yang membuatku menerawang jauh menatap tembok sebelum akhirnya membuka lembaran baru.

Karakter dari buku pertama dimunculkan kembali dibuku ini, bisa dibilang mereka terlalu banyak mengambil tempat distoryline dan bahkan kadang aku menganggap mereka lebih menarik daripada karakter utama tapi itu sama sekali tak menggangguku justru membuatku lebih bersemangat untuk membaca dan memberi warna pada cerita.

Mungkin beberapa pembaca tidak menyukai cerita klise penuh drama anak muda, dan karakter-karakter penuh kegalauan, bahkan kadang aku juga tidak menyukainya tapi karena ini buku NA dengan h/h yang memang masih muda aku bisa memakluminya selain itu cerita ini tidak terlalu menyakitkan untuk dicerna. Novel ini memang tidak sempurna, but i enjoy it.






Book Review: Wait for You by J. Lynn

Wait for You by J. Lynn
Series: Wait for You #1
Release Date: April 2nd 2013 by William Morrow Paperbacks
Language: English
Print Length: 384 pages
Genres: Contemporary, Romance, College
Target Reader: New Adult

Ebook: Amazon USB&N • Kobo • iBooks
Paperback: Amazon US • Book Depository • Periplus

Some things are worth waiting for…

Traveling thousands of miles from home to enter college is the only way nineteen-year-old Avery Morgansten can escape what happened at the Halloween party five years ago—an event that forever changed her life. All she needs to do is make it to her classes on time, make sure the bracelet on her left wrist stays in place, not draw any attention to herself, and maybe—please God—make a few friends, because surely that would be a nice change of pace. The one thing she didn’t need and never planned on was capturing the attention of the one guy who could shatter the precarious future she’s building for herself.

Some things are worth experiencing…

Cameron Hamilton is six feet and three inches of swoon-worthy hotness, complete with a pair of striking blue eyes and a remarkable ability to make her want things she believed were irrevocably stolen from her. She knows she needs to stay away from him, but Cam is freaking everywhere, with his charm, his witty banter, and that damn dimple that’s just so… so lickable. Getting involved with him is dangerous, but when ignoring the simmering tension that sparks whenever they are around each other becomes impossible, he brings out a side of her she never knew existed.

Some things should never be kept quiet…

But when Avery starts receiving threatening emails and phone calls forcing her to face a past she wants silenced, she’s has no other choice but to acknowledge that someone is refusing to allow her to let go of that night when everything changed. When the devastating truth comes out, will she resurface this time with one less scar? And can Cam be there to help her or will he be dragged down with her?

And some things are worth fighting for…



Berhubung masih demam Lux Series, maka kesempatan untuk sampling tulisan lain dari Jennifer L Armentrout tidak boleh disia-siakan. Kalau tulisan genre YA nya saja sudah bikin aku megap-megap penuh cinta, gimana dengan buku NA nya?

“There was a difference between loving someone and being in love”

Cameron, adalah pujaan seisi kampus. Dia pria tinggi tegap berisi, dengan tato di dada dan otot perut berpetak-petak yang bisa diterawang jelas dari jarak 200 meter. Berambut hitam dengan ikal kusut yang seksi, mata biru electrik yang terlalu sempurna (apa sampai disini agak familiar? tidak? coba ganti biru dengan hijau). Jangan lupa kombinasi maut senyum yang bisa membuat aliran darah berpindah rute, tingkat pede yang diluar batas manusia normal, dan kelakuan menawan yang bisa melelehkan hati calon ibu mertua yang paling kejam sekalipun. Dia adalah gambaran sempurna pria idaman setiap gadis kampus.

Tapi Cam dan segala pesonanya menjadi ancaman serius untuk masa depan Avery. Yea, gadis ini menyimpan rahasia gelap masa lalu yang membuatnya tak menginginkan relationship apapun dan pergi dari rumah. Jadi walaupun pria itu jago bikin cookies yang enaknya lebih ilegal daripada narkoba, punya piaran kura-kura yang seimut Ninja Turtle, hobby shirtlessnya yang meresahkan, atau atitude 3P (pepet pepet pede) ala angkotnya yang tidak sehat itu, yaa.. Avery harus menghalau semua godaan Cam.

“Fuck Avery, You think I don’t want you?” His voice came out low, almost a growl. “There’s not a single part of you that I don’t’ want, you understand? I want to be on you and inside you. I want you against the wall, on the couch, in your bed, in my bed, and every fucking place I can possibly think of, and trust me, I have a vast imagination when it comes to these kinds of things. Don’t ever doubt that I want you”

Bagian favoritku dari novel ini adalah karakter-karakter dan interaksinya yang manis dan bikin gemes. Banter Cam dan Avery selalu bikin senyum. Kepolosan dan sikap defensif Avery nyaris tidak bisa jadi lawan permainan kata bermakna ganda dan kegigihan Cam. Perjuangan mereka untuk bersama-sama menghadapi masa lalu dan maju bersama juga sangat menyentuh. Tranformasi sikap Avery mengagumkan. Para figuran, Jacob, Ollie dan Brittany juga sangat menghibur. Buku ini juga mengubah pandangan hidupku terhadap keseksian cookies dan potensinya sebagai penghantar orgasme.

Yah boleh dibilang buku ini ditulis dengan sangat baik tapi tidak memberikan getaran yang kuharapkan. Jauh dari kata jelek tapi terasa datar saja karena tidak ada sesuatu yang berbeda dari tema yang sudah terlalu mainstream. Memang cerita ini ditulis dengan kemanisan dan romantisme kelas tinggi yang bisa melelehkan hati sekeras batu, dan hero super sempurna yang bisa membuat gadis-gadis dehidrasi karena kebanyakan ngiler. Mrs Jen juga jago membangun tensi sensual yang sangat seksi. Tapi saat 80 persen plot yang ada bisa ditebak dan formula standar NA begitu mendominasi dan beberapa quote juga terasa de ja vu, jujur itu tidak terlalu membangkitkan semangat.





Book Review: Jake Undone by Penelope Ward

Jake Undone by Penelope Ward
Series: Jake #1
Release Date: October 20th 2013
Publisher: Createspace
Language: English
Print Length: 337 pages
Format: eBook
Genres: Contemporary, Romance, College
Target Reader: New Adult

Nina Kennedy was alive…but not living…until she met him.

Planes, trains, heights…you name it, Nina was afraid of it and led a sheltered life ruled by irrational fears and phobias. When she moves to Brooklyn for nursing school, that life is turned upside down, as she develops an intense but unwanted attraction to her gorgeous roommate, who’s pierced, tattooed and just happens to be the smartest person she’s ever met.

Behind Jake Green’s rough exterior and devilish smile, lies a heart of gold. He makes it his mission to change Nina’s outlook on life. When he agrees to tutor her, they forge a bet and the stakes are high as Jake forces Nina to face her demons. He just wasn’t expecting to fall hard for her in the process.

What Nina doesn’t realize, is that Jake has been living his own private hell. Once he drops a bombshell, will their love survive it?

add-to-goodreadsPurchase Links: Amazon USB&N • Kobo • iBooks
Paperback: Amazon US • Book Depository

Review by Alexa
We all have things we regret…decisions we make that we have to live with. You can’t dwell on them and beat yourself up for it. It doesn’t change anything.

Penelope Ward memang ahlinya meramu tema-tema meresahkan dan penuh twist level arung jeram. Ini kusadari setelah sampling salah satu bukunya, Stepbrother Dearest. Jake Undone membuat Mrs Ward officiallly jadi salah satu penulis NA favoritku. Ini adalah kisah cinta complicated yang ditulis dengan indah dan berhasil mengaduk semua perasaanku. Dengan dosis scene manis, lucu, steamy dan romantis yang tidak berlebihan, plus quote puitis yang menghangatkan hati dan inspiratif, Jake undone membuatku ketawa ngikik, menggigit bantal dengan frustasi, berfantasi juga uh..berlinang air mata. Tiga kata yang paling mewakili novel ini adalah intense, beautiful, dan touching.

Siapa sih yang tidak ingin punya paket lengkap pria berpenampilan hot, selera humor mematikan, otak smart dan berhati terbuat dari emas? Aku mau 1 lusin !!! Jake Green adalah wujud nyata dari semua itu. Dia membuat 1 kesalahan besar saat remaja dan memikul tanggung jawab berat sejak saat itu. Tak pernah sekalipun dia melanggar janjinya walau banyak cobaan dalam hidupnya yang baru 25 tahun. Dia membuatku sesengrukan karena gelisah mengharapkan hal yang terbaik untuk kebahagiaannya.

You can choose to stay in the present and let go of the fear or you can choose to engage it.

Nina Kennedy, 23 tahun punya phobia ruang sempit dan ketinggian. Itu membuatnya sangat tidak pede dan nyaris selalu berpikiran negatif dalam segala hal. Ketika dia pindah ke Brooklyn untuk kuliah ilmu perawat, dia menyewa apartemen bersama 3 roomate, dan Jake adalah satu diantara mereka. Nina tahu, dengan penampilan Jake yang seperti keluar dari fantasi tergelap setiap gadis berhormon sehat, dia harus menghindar. Tapi hatinya berdebar mendamba dengan irama Macarena tiap melihat pria itu.

Ketika Jake melihat Nina, dia hanya ingin ada di dekat gadis itu, menghiburnya dan membuatnya tersenyum sebanyak mungkin (joke, sms2 dan puisinya alamak ha ha ha ). Jake ingin menghapus ketakutan Nina dan pandangan negatifnya terhadap hidup.Jake membantu pelajaran Nina sekaligus terapi phobia Nina. Apa yang Jake tidak sadari adalah hal ini juga menempatkan hatinya dalam taruhan paling tidak aman sepanjang hidupnya.

Dibuka dengan prolog (flasback 5 tahun lalu) oleh Jake yang membuat penasaran. Kisah ini kemudian bergulir melalui narasi POV Nina yang ringan dan lucu, sampai sekitar 50 persen dan bom konflik utama dijatuhkan. Kemudian digantikan POV Jake yang intens dan membuatku menangis terharu. Beberapa bab akhir (1 tahun kemudian) memakai POV bergantian yang menghangatkan hati dengan ending HEA yang indah.

Sometimes if you willing to withstand a little pain in life, you might discover a pleasure that you never would have otherwise known existed.

Yang paling kusuka dari novel ini adalah banyak hal kecil remeh temeh yang bikin aku tersentuh. Seperti scene origami kekelawar hitam buatan Jake, gelang dengan charm yang mewakili tiap hal penting dalam hidup Nina, nostalgia Jake di bekas rumah masa kecilnya, 1 setrip kondom untuk berburu tato semalam suntuk wkwkwkwkwk.. Jake yang positif sangat menginspirasiku. Walau Nina negatif thinking type dan agak labil, tapi keberaniannya menghadapi phobianya membuat Jake mulai memikirkan untuk menghadapi konsekuensi kesalahan masa lalunya.

Kelemahan novel ini adalah banyak hal instan di dalamnya. Instant best friend, instant chemistry, insta-love. Beberapa scene kebetulan-kebetulan seperti adegan jari luka, ngegelinding ditaksi itu juga agak klise. Sebenarnya setelah bom rahasia, konflik utama buku ini dijatuhkan seharusnya aku benci buku ini karena mengangkat tema paling aku hindari dari semua film dan buku sepanjang hidupku. Tapi aku mencoba open mind dan bertahan, karena jujur aku penasaran dengan cara Miss Ward menyelesaikan konflik meresahkan ini dengan stylenya. Dan hasilnya, kalau ditanya how much you love this book? Aku akan menjawab, to the moon and back.

Overall Rating