Book Review: Stalking Jack the Ripper by Kerri Maniscalco

Stalking Jack the Ripper by Kerri Maniscalco
Series: Stalking Jack the Ripper #1
Published: September 20th 2016 by jimmy patterson
Language: English
Print Length: 336 pages
Genres: Fantasy, Historical Fiction, Mystery
Target Reader: Young Adult

Ebook: Amazon US • B&N • iBooks

A #1 New York Times Bestseller!

Presented by James Patterson’s new children’s imprint, this deliciously creepy horror novel has a storyline inspired by the Ripper murders and an unexpected, blood-chilling conclusion…

Seventeen-year-old Audrey Rose Wadsworth was born a lord’s daughter, with a life of wealth and privilege stretched out before her. But between the social teas and silk dress fittings, she leads a forbidden secret life.

Against her stern father’s wishes and society’s expectations, Audrey often slips away to her uncle’s laboratory to study the gruesome practice of forensic medicine. When her work on a string of savagely killed corpses drags Audrey into the investigation of a serial murderer, her search for answers brings her close to her own sheltered world.

The story’s shocking twists and turns, augmented with real, sinister period photos, will make this dazzling, #1 New York Times bestselling debut from author Kerri Maniscalco impossible to forget.

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

Saat gadis-gadis lain menyukai gosip dan acara minun teh, Lady Audrey Rose Wadsworth lebih berminat kerja magang di institut forensik milik pamannya. Saat kota mereka di kejutkan dengan pembunuhan berantai distrik kumuh Whitechapel, Audrey menemukan beberapa kaitan antara para korban dengan arsip rumah tangganya. Dengan bantuan Thomas, murid tercerdas sekaligus paling arogan pamannya, Audrey berusaha menguak petunjuk siapakah pembunuh sadis itu.

Novel YA ini mengambil setting London era Victorian tahun 1888. Timeline yang diangkat hanya 1.5 bulan masa penyelidikan kasus pembunuhan berantai The Leather Apron yang kemudian terkenal dengan nama Jack the Ripper. Selain fakta itu, istilah dan prosedur otopsi, serta beberapa nama korban pembunuhan yang di sebut di sini, semua nama dan hal lain dari novel ini adalah fiksi.

Secara karakter aku suka dengan Audrey yang berani tampil beda pada masa itu. Dia tetap lady yang anggun tapi ingin memperdalam keahliannya di luar sulam menyulam dan kegiatan kewanitaan lainnya. Interaksi dengan Thomas sebenarnya berpotensi, tetapi interaksi romantis mereka yang lelet dan jarang membuat chemistry mereka agak susah dipercaya.

Karakter pendukung lain seperti kakak lelaki Audrey yang super charming, paman dokter yang sangat cerdas tapi judes, ayah protektif yang patah hati, dan beberapa list terdakwa juga menebar petunjuk menyesatkan dan menambah aura misterius. Setiap pihak tampak mencurigakan walau motif pembunuhannya tampak random. Alur novel ini lambat, tapi narasinya intens dan mencekam. Proses forensik dan deskripsi gore para korban pembunuhan di gambarkan mendetail, jadi pastikan jantung dan perutmu kuat untuk membacanya.
Hal yang agak mengecewakan di sini adalah :

  1.  Judulnya agak tak sesuai ya karena proses stalking itu hanya terjadi 1x di akhir buku dan itupun bukan pembunuh sebenarnya.
  2. Proses penyelidikan kasus terasa minimalis, banyak detail-detail dan scene tak material yang bisa dihapus tanpa merusak cerita.
  3. Terungkapnya siapa “Jack the Ripper” versi novel ini terjadi secara tidak sengaja dan bukan hasil penyelidikan yahud ala serial CSI.
  4. Twist akhirnya maksa banget dan penyelesaian masalah agak aneh, tapi lumayan tak terduga.
  5. Endingnya manis tapi unsur romantis yang mulai tercium dipenggal tanpa penyelesaian lebih lanjut. Apakah di simpan untuk buku berikutnya?

OVERALL RATING

3.5starshappyreading

Advertisements

Book Review: Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children by Ransom Riggs

Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children by Ransom Riggs
Series: Miss Peregrine’s Peculiar Children #1
Published: June 7th 2011 by Quirk Books
Language: English
Print Length: 352 pages
Genres: Fantasy
Target Reader: Young Adult

Ebook: Amazon US • B&N • Kobo • iBooks
Paperback: Amazon US • Book Depository • Periplus

A mysterious island. An abandoned orphanage. A strange collection of curious photographs.

A horrific family tragedy sets sixteen-year-old Jacob journeying to a remote island off the coast of Wales, where he discovers the crumbling ruins of Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children. As Jacob explores its abandoned bedrooms and hallways, it becomes clear that the children were more than just peculiar. They may have been dangerous. They may have been quarantined on a deserted island for good reason. And somehow—impossible though it seems—they may still be alive.

A spine-tingling fantasy illustrated with haunting vintage photography.

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

Ide untuk merangkai kisah berdasarkan foto-foto tua itu sangat orisinil. Apalagi kalau foto-fotonya misterius dan memberi aura spooky seperti yang di gambarkan di buku ini. Aslinya buku dark fantasy ini bukan buku horor, jadi tak perlu terintimidasi duluan saat melihat covernya yang membius ya.

Jacob adalah seorang pemimpi, dia dibesarkan dengan kisah petualangan kakeknya yang awalnya tampak seperti khayalan belaka. Di akhir hidupnya, si kakek Abe memberikan petunjuk misterius yang akan menjadi kunci perjalanan Jacob ke pulau yang selalu di ceritakan kakeknya. Tempat anak-anak dengan kemampuan tak biasa di sembunyikan dari musuh alami mereka, monster Hollowgast dan asistennya Wight.

Sejujurnya, sampai pertengahan buku ini berjalan super lambat dan agak membosankan karena diisi dengan banyak angst dari narasi Jacob. Dia terpecah antara impiannya, bimbang apakah akan mempercayai kisah kakeknya dan di cap tak waras atau melupakannya dan melanjutkan hidup. Proses penyelidikan untuk membongkar petunjuk-petunjuk si kakek yang random banget juga susah dan butuh waktu lama banget untuk di pecahkan.

Storlinenya berubah jadi lebih seru dan bikin penasaran saat Jacob sudah mencapai pulau misterius dan melihat bukti nyata dari kisah masa kecilnya. Alurnya makin cepat dengan banyaknya adegan action menegangkan dan twist-twist kejutan yang terbuka. Para karaktet buku ini tentu saja bak mini x-men yang menarik perhatian dengan pameran kekuatan supranatural mereka. Kau akan jatuh cinta dan mungkin juga merinding pada kemampuan Emma, Olive, Fiona, Horace,Millard, Bronwyn, Hugh, Claire dan pelindung mereka Miss Peregrine.

Buku ini di akhiri dengan fakta mengejutkan dan persiapan mereka untuk petualangan time travel ke tempat yang baru. Selain satu plot hole yang membingungkan buku unik ini layak dikoleksi.

VIEW THE MOVIE TRAILER HERE (30 September 2016):

OVERALL RATING

3.5starshappyreading

Book Review: The Wolf & the Dove by Kathleen E. Woodiwiss

The Wolf & the Dove (Gairah Sang Serigala) 
by
Kathleen E. Woodiwiss

Series: Standalone
Published: February 2013 by Gagas Media
Language: Terjemahan
Print Length: 763 pages
Genres: Historical Romance
Target Reader: Adult

Paperback: Toko buku online

Ketika Normandia menyerang dan menyapu sepanjang Saxon, Inggris tahun 1066, Aislin ofDarkenwald menyaksikan sendiri ayahnya dibunuh tepat di luar rumahnya. Wulfgar, sang IronWolf of Normandy, tiba di tempat itu untuk memerintah Darkenwald—dan hanya butuh satu kalitatapan mata untuk memutuskan Aislin sebagai miliknya.

Tak ada yang lebih dibenci perempuan itu melebihi perasaannya pada pasukan Normandia, namunWulfgar memaksanya membuat pengecualian. Laki-laki seliar serigala itu membangkitkan gairahyang selama ini tertidur di dalam dirinya. Dan, selagi berusaha menyangkal perasaannya padaWulfgar, dia juga masih harus berjuang membantu rakyatnya yang baru saja ditaklukkan danibundanya yang masih menangisi kepergian sang ayah.

Aislin dan Wulfgar ditakdirkan sebagai musuh abadi—tetapi mengapa cinta menyuruh keduanya menyerah pada gairah?

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

Hidup Lady Aislinn bagai lepas dari mulut Buaya tapi jatuh ke mulut Serigala. Setelah kastilnya dikuasai dan ayahnya dibunuh pasukan Normandia pimpinan Ragnor, dia diperkosa pria itu dan kemudian hidup sebagai budak di rumahnya sendiri. Nasibnya tak menjadi lebih baik saat Wulfgar, yang menjadi utusan resmi William mengklaim kastil dan tanah seisinya, termasuk kebebasan Aislinn.

Ini adalah buku HR Medieval pertama yang kubaca dari penulis novel klasik Kathleen E Woodiwiss. Kisah ini diawali dengan kuat, sisi sejarahnya menarik dan romancenya cukup berpotensi. Tapi di 761 halaman selanjutnya, buku ini mulai menyodorkan beberapa hal yang membuat kening berkerut.

Pertama, kenapa judulnya The Wolf dan The Dove padahal ini adalah kisah perjalanan cinta Wulfgar dan Aislinn? Panggilan pria itu untuk Aislinn adalah rubah betina, sedangkan merpatiku adalah panggilan cinta dari Ragnor.

Kedua, aku kesulitan untuk menyukai karakter Aislinn yang tidak konsisten sampai kira-kira 70% buku. Aislinn digambarkan sebagai heroine yang penuh kelebihan. Baik hati, berambut merah, bermata violet, super cantik, tinggi dan langsing. Dia selalu menjadi obyek kekaguman dan obsesi semua pria yang melihatnya apalagi yang sudah menyentuhnya. Sayangnya sampai akhir hanya ini yang terbukti, sifat lain bahwa dia dinarasikan sebagai gadis penuh logika, pemberani, punya kecerdasan dan tangkas nyaris tidak pernah muncul sampai akhir. Di sini aku cuma melihat perlawanan mulut pasif agresifnya tapi sikap super pasrah, menolak usaha melarikan diri, tidak mencoba membela diri atau membuat intrik-intrik cerdas/manipulatif untuk mengalahkan musuhnya, bahkan sering kalah dalam perang urat syaraf (dan adu mulut). Usaha perlawanan dan penolakannya terasa labil dan dilakukan setengah hati. Aku bingung dengan perubahan mood dan perilaku galaunya yang selabil masa PMS.

Ketiga, walau aku mendukung kebahagian Aislinn dan Wulfgar tapi chemistry mereka susah untuk di percaya. Momen kebersamaan mereka di dominasi dengan repetisi penggalian ranjang (tidak mendetail) dan kata-kata penuh penghinaan. Tak ada banter seksi penuh flirt atau manuver-manuver tarik ulur yang menaikan tensi.

Keempat, storyline kisah ini bisa dipecah jadi 3 buku yang berbeda saking panjangnya. Jangan lupakan banyaknya musuh dan cobaan yang ditimpakan pada karakter utama novel ini. Beberapa repetisi narasi/scene bisa dihilangkan tanpa mengganggu jalannya cerita. Penulis terlalu bermurah hati memberikan twist yang justru membuat plot awal yang sudah baik menjadi berlubang di akhir cerita.

Pada akhirnya ini adalah 25 chapter terpanjang yang pernah kubaca dan mencakup semua konflik buku HR yang beredar. Aku tetap merekomendasikan buku klasik ini dan mengharapkan second opinion dari para pencinta genre HR lainnya.

OVERALL RATING

3stars

SEX-O-METER

1bikini

happyreading

Book Review: The Golem and The Jinni by Helene Wecker

The Golem and The Jinni by Helene Wecker
Series: The Golem and The Jinni #1
Release Date: March 2015 by Gramedia Pustaka Utama
Language: English
Print Length: 664 pages
Genres: Fantasy, Historical Fiction
Target Reader: Adult

Ebook: Baca FREE Aplikasi Ijak
Download HERE (Google Play/iTunes)

Chava: golem, terbuat dari tanah liat, dihidupkan oleh rabi yang terlibat ilmu sihir hitam. Ketika majikan Chava, sang suami yang memesan pembuatan dirinya, tewas dalam perjalanan laut dari Polandia, sang golem pun bagai layang-layang putus ketika tiba di New York pada tahun 1899.

Ahmad: jin, terbuat dari api, lahir di padang pasir Suriah. Ia dijebak penyihir Beduin sehingga terkurung dalam guci tembaga berabad-abad lamanya,sampai tak sengaja dibebaskan di Lower Manhattan. Meskipun tidak lagi terpenjara, Ahmad tak sepenuhnya bebas––gelang besi mengikatnya ke dunia fisik.

Kedua makhluk ini, dengan kisah masing-masing yang tak terlupakan, membentuk jalinan persahabatan––sampai pada suatu malam, insiden mengerikan membuat mereka terpaksa kembali ke dunia masing-masing. Namun, ancaman dahsyat akan menyatukan Chava dan Ahmad kembali, menantang keberadaan mereka dan memaksa mereka untuk mengambil keputusan luar biasa.

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

When folklores from two diverse cultures tie the knots, it’s a fantasy lover’s dream come true.

Cerita-cerita 1001 malam dari dunia eksotis Timur Tengah selalu berhasil menarik perhatianku. Itu yang membuatku bertekad membaca buku ini, walaupun jumlah halamannya cukup mengintimidasi. Awalnya kupikir ini adalah buku fantasi untuk remaja. Tapi beberapa kalimat “dewasa” di awal chapter membuatku menyadarinya.

Kisah ini mengangkat tentang petualangan 2 mahkluk mistis Timur Tengah yang terdampar di New York pada tahun 1899, sebuah Golem dan Jinn berjuang menghadapi geger budaya dalam cara yang sangat berbeda. Golem adalah mahkluk yang dibentuk dari lempung, budak yang dibangkitkan dengan doa dan mantera gelap, punya indra hiperaktif dan kebutuhan besar untuk merasa berguna. Chava baru dilahirkan penuh ingin tahu di kota asing.

Jinn yang rupawan dan berusia ribuan tahun. Terikat dalam mantera mematikan Ahmad tetap arogan dan selalu menarik secara sensual, dia artistik selalu terkenang pada masa lalu saat dia menjadi penguasa di Istana kaca.
Mereka berdua sangat berbeda tapi juga serupa dalam banyak hal. Aku menikmati percakapan mereka berdua saat berbagi pemahaman hidup.

Walaupun alur maju mundurnya lambat dan gaya bahasanya lugas, kisah ini sangat intens dan sama sekali tidak sederhana. Diceritakan dalam POV orang ke-3 serba tahu yang deskriptif, buku ini menggambarkan dengan baik pergolakan emosi dari setiap karakternya. Awalnya kisah para karakter-karakter sekunder dalam buku ini tampak random dan tidak penting. Tapi dari170 hal akhir buku – yang merupakan klimaks kisah ini – diceritakan dengan epic dan dipenuhi banyak kejutan. Semua detail itu terjalin dengan mengagumkan yang menunjukan betapa jenius pola pikir sang penulis.

Buku ini tidak memberikan aksi pertempuran dan perang, tapi kisah fantasi ini menawarkan banyak pelajaran hidup sederhana yang sangat menyentuh. Misalnya bagaimana si jinn tidak percaya ikatan pernikahan atau saat si golem harus belajar menahan diri untuk tidak selalu bereaksi terhadap kebutuhan orang disekitarnya. Cara mereka beradaptasi dengan lingkungan, belajar makan untuk pertama kalinya, pengalaman menghadapi kesedihan.

Aku akan merekomendasikan pada pecinta historical fiction yang tidak keberatan dengan narasi deskriptif, nuansa interaksi 3 agama dan versi kreatif dari urban legend Gurun Sahara.

OVERALL RATING

4stars happyreading

ARC Review + Giveaway: Claimed by The Pirate by Carmen LaBohemian

*** WARNING! This book is for ADULTS only or may be unsuitable for people under 18 years of age due to sexual content, graphic violence, and/or mature themes. Reader discretion is highly advised. If you are easily offended, then this book is not for you and please do not continue. ***


Claimed by The Pirate by Carmen LaBohemian

Series: Village Maiden’s  Tale #1
Published: November 30th 2015 by Dark Rose Publisher
Language: Indonesian
Print Length: 294 pages
Genres: Historical Romance, Erotica
Target Reader: Adult

Paperback: Novelas Garden atau hubungi online shop terdekat.

The Ruthless Pirate

Selama ini, Devon Cruz hidup dengan aturannya sendiri. Ia merampas apapun yang diinginkannya serta menghancurkan apapun yang berani menghalanginya. Semua yang diinginkannya, harus dimilikinya. Tidak ada yang tidak bisa ditaklukkannya. Apalagi kalau cuma wanita.
Sampai ia bertemu dengan Eireen, gadis yang ditangkapnya bersama puluhan penduduk desa. Gadis yang bertekad menolaknya walaupun Devon sudah memilikinya berkali-kali. Ketika tubuh gadis itu saja tidaklah cukup, Devon terobsesi untuk memiliki seluruh diri Eireen. Dan kali ini, ia tidak bisa menerima penolakan lain atau ia akan menghancurkan gadis itu sampai tak bersisa.

The Village’s Maiden

Selama ini, Eireen hidup tenang bersama dengan kakeknya walaupun desa mereka miskin dan mereka kerap kelaparan. Tapi ia bahagia. Hingga suatu malam, kawanan perompak datang membakar desa dan membunuh kakeknya. Eireen tertangkap bersama yang lain. Pasar budak membayangi nasib mereka sepanjang perjalanan menunju Venice.
Namun malapetaka terbesar justru ketika berada di atas kapal sang perompak. Dikelilingi puluhan lelaki yang menatap mereka dengan tatapan lapar. Eireen melakukan segalanya untuk bertahan. Tapi sayang, perlawanannya menarik perhatian sang kepala perompak yang keji. Malam-malam yang dihabiskannya ketika ia dipaksa untuk melayani pria itu, membuat Eireen tersiksa di antara rasa benci dan perasaan terlarang yang perlahan tumbuh.

add-to-goodreads


REVIEW BY ELLE

** FIRST HISTORICAL ROMANCE + EROTICA IN INDONESIA **

Ini adalah novel local pertama yang aku baca. Jujur aku tidak pernah baca novel local Bahasa Indonesia apalagi berlatar belakang historical tapi aku membuat pengecualian kali ini. Claimed by The Pirate karya Carmen LaBohemian ini adalah novel fiksi genre historical pertama yang kubaca.

description

Devon Cruz adalah bajak laut yang terkenal kejam di kalangan perompak dan disegani di lautan. Tidak ada yang luput dari Devon mulai dari harta sampai wanita. Perjalanan ke Vienna membutuhkan banyak persiapan dan kru bajak laut Devon menargetkan suatu pulau dimana ada desa yang akan mereka bajak. Eireen adalah gadis desa biasa yang merawat kakeknya yang sakit-sakitan. Di saat kru Devon membajak desanya, dirinya dibawa naik kapal setelah salah satu dari mereka membunuh kakeknya. Eireen merasakan kasar dan kejamnya hidup diantara para bajak laut tapi dia tidak menyerah. Dia tetap berusaha mempertahankan diri dengan mulut tajamnya yang kemudian menarik perhatian Devon, sang kapten.

Aku cukup menyukai kedua karakter utama ini. Devon dan Eireen adalah dua pribadi yang bertolak belakang dan tidak suka satu sama lain. Devon yang terkenal garang dan tidak pernah ‘memakai’ wanita yang sama tertarik pada tingkah laku Eireen yang berani. Hmm… Berani atau bodoh? Ya, Eireen yang masih perawan berusia 16 tahun memiliki mulut yang cerdas dan berani karena dia berhasil ‘merayu’ Devon membuat kesepakatan. Devon pula yang mengambil keperawanan Eireen dengan paksa. Setiap malam Devon memanggil dirinya dan memaksakan sex yang tindak diinginkan Eireen. Terkadang ada saatnya Devon melunak dan membuat Eireen sempat jatuh hati. Devon adalah ciri karakter pria yang konsisten terhadap sikap brutalnya dari awal hingga akhir. Eireen yang polos membuat Devon jatuh cinta.

Selama perjalanan kedua pasangan ini mulai merasakan perasaan yang tumbuh tapi masih menepisnya. Jujur saja, mulai di tengah buku aku merasakan bosan saat membaca adegan too-much-sex tapi setelah dipikir ternyata cukup penting karena Carmen ingin membuat perubahan sikap Devon secara perlahan. Kisah cinta mereka terkesan ‘gampang’ tapi cukup sulit untuk dirasakan diriku. Aku mulai tertarik kembali setelah mereka tiba di tempat tujuan dan disitulah mulai ada gelombang suspense yang cukup mendebarkan hingga akhir.

Ya, twist di akhir cerita ini sudah kutebak karena kecurigaanku terhadap asal usul Devon. Penulisan Carmen mengalir dengan cukup baik dan pemilihan kata terasa seperti novel terjemahan. Walaupun ada sedikit salah kata/typo, tidak membuatku kehilangan focus pada ceritanya. Alur yang dari cepat-lambat-bertahan-cepat lagi membuatku memiliki mixed feelings. Untuk novel karya lokal bertema historical, aku senang bisa merekomendasikannya.

Tapi kembali kepada pribadi masing, apakah suka membaca tema historical bajak laut? Atau ingin sedikit merasakan suspense? Pada sisi eroticnya bisa kukatakan bahwa novel ini cukup panas yah. Hehehe… Good job, Carmen!

description

**ARC very kindly provided by the author in exchange for an honest review.**

OVERALL RATING

4stars

SEX-O-METER

2bikinis


 ✨✨ BOOK GIVEAWAY  ✨✨
2 Winners – Claimed by The Pirate paperback

Period: 16 – 20 November 2015 | Open to INDONESIA residents only.

Apakah kalian sudah punya dan pernah baca novel genre historical romance buatan Indonesia? Cerita bajak laut yang baru dengan bumbu erotic ini akan memanjakan petualanganmu. Kami punya 2 copy segel bertanda tangan langung dar Carmen LaBohemian untuk follower blog In Lust with Books.. So, siapa yang ingin jadi salah satu dari dua pemenang buku Claimed by The Pirate yang beruntung? Caranya gampang banget! Cukup mengikutin langkah-langkah yang wajib di penuhi.

  1. Follow akun Goodreads Carmen LaBohemian atau via Facebook (Pilih salah satu)
  2. Add Want to Read Claimed by The Pirate via Goodreads.
  3. Share giveaway ini pada Facebook kalian dengan hastag #CarmenGiveaway dan #InLustwithBooks
  4. Tulis komen dalam post ini: Nama, Lokasi, dan E-mail (untuk dihubungi jika menang). Jangan lupa, sertakan link share kalian dan jawab pertanyaan: “Apa yang kamu cari dari sebuah cerita romance?”
  5. Optional (tidak wajib): Subscribe via email or follow blog for more reviews, info and giveaways in the future.

Pemenang giveaway akan diumumkan pada tanggal 21 November 2015. Keputusan penyelenggara tidak dapat diganggu gugat. Good luck!