Book Review: The Winter People by Jennifer McMahon

The Winter People by Jennifer McMahon
Series: Standalone
Published: June 1st 2015 by Qanita
Language: Terjemahan (by Angelic Zaizai)
Print Length: 448 pages
Genres: Horror, Fiction, Mystery
Target Reader: New Adult

“Beri tahu aku, kumohon, bisakah yang sudah mati bangkit kembali?”

Selamat datang di West Hall, kota terpencil dengan legenda mengerikan. Selama puluhan tahun, orang-orang menghilang dan meninggal secara misterius di sana. Ada yang bilang itu gara-gara penyihir jahat yang bisa menghidupkan kembali orang mati.

Ruthie benci West Hall, dan dia bertekad untuk meninggalkan kota itu segera setelah dia punya cukup uang. Namun, tiba-tiba ibunya menghilang, meninggalkan Ruthie dan adik perempuannya. Ketika sedang mencari petunjuk, Ruthie menemukan buku harian rahasia. Di situ tertulis kisah tentang kaum musim dingin, orang-orang yang dibangkitkan kembali dari kematian mereka. Mungkinkah ibu Ruthie ada hubungannya dengan ini semua? Dan bisakah Ruthie menemukan sang ibu, sebelum jatuh korban lagi?

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

Buku ini memberikan aura misteri yang kuat sejak awal mula. Pertama judulnya bikin kepo, kemudian sinopsisnya juga remang-remang. Membaca beberapa chapter awal juga tidak membantu memberi gambaran apa yang akan kuhadapi. Apakah hantu? Zombie? black magic? Pembunuhan berantai? Mahkluk mistis? Shifter? Stalker? Semua kecurigaan membuatku membalik halaman dan membaca buku ini dengan tempo yang super cepat.

Dengan alur maju mundur antara masa kini dan tahun 1908, karakter dari dua masa itu merajut adegan-adegan kehidupan mereka yang memupuk rasa keingintahuanku dan menaburinya dengan ketegangan. Masa kecil Sara dengan “bibi indiannya” yang misterius, hilangnya anak satu-satunya Sara dan kehancuran rumah tangganya ditahun 1908 terasa sangat suram di baca. Saranku, bertahanlah!

Di masa sekarang, dua keluarga mengalami cobaan di masa yang bersamaan. Kematian seorang fotografer dan hilangnya seorang ibu rumah tangga yang tampak random. Tambahkan banyaknya kehilangan misterius di antara masa 1908 dan saat ini. Membingungkan dan bikin frustasi? Saranku, bertahanlah!

Menurutku, penulis punya cara yang unik dalam merajut petunjuk-petunjuk yang bisa mengurai misteri di dalam buku ini dalam tiap babnya. Narasi-narasinya indah dan mengalir. Bab-bab awal yang tampak random di awal akan seperti potongan puzzle yang pas saat diletakan di bab-bab akhir. Setting tempat kejadian juga benar-benar mencekam, Devil’s Hand di West Hall.
Ini adalah salah satu buku yang sangat sukar untuk di review karena aku tak mau menjatuhkan spoiler dan merusak kejutannya. Saranku, bertahanlah membacanya. Kau tak akan menyesal.

OVERALL RATING

4starshappyreading