Book Review: Harry Potter and the Cursed Child

Harry Potter and the Cursed Child – Parts One and Two by J.K. Rowling, John Tiffany, Jack Thorne
Series: Harry Potter #8
Published: July 31st 2016 by Pottermore
Language: English
Print Length: 320 pages
Genres: Fantasy
Target Reader: Young Adult

Ebook: Amazon US • B&N • iBooks
Hardcover: Amazon US • Book Depository • Periplus

The Eighth Story. Nineteen Years Later.

Based on an original new story by J.K. Rowling, Jack Thorne and John Tiffany, a new play by Jack Thorne, Harry Potter and the Cursed Child is the eighth story in the Harry Potter series and the first official Harry Potter story to be presented on stage. The play will receive its world premiere in London’s West End on July 30, 2016.

It was always difficult being Harry Potter and it isn’t much easier now that he is an overworked employee of the Ministry of Magic, a husband and father of three school-age children.

While Harry grapples with a past that refuses to stay where it belongs, his youngest son Albus must struggle with the weight of a family legacy he never wanted. As past and present fuse ominously, both father and son learn the uncomfortable truth: sometimes, darkness comes from unexpected places.

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

Ini seperti buku nostalgia yang pasti di sambut oleh pecinta HP. Lepas dari format skenarionya ( aku berharap suatu saat akan di terbitkan dalam format normal please..) buku ini beralur cepat, sedikit membingungkan karena bolak balik di masa lalu dan masa sekarang, dengan dobel karakter di masa lalu dan sekarang. Jadi pastikan kau membacanya secara perlahan ya..

Secara karakter, serahkan pada JKR untuk menciptakan karakter yang unik, menggemaskan dan memorable. Persahabatan dua bocah Scorpius dan Albus menyentuh dan sangat cute. Aww.. Banter mereka menggemaskan tapi juga berisi, aku sibuk mengkoleksi banyak quote keren dari buku ini.

Konflik seru dan twistnya mengejutkan. Buku ini kocak dan juga punya penggalian emosi yang mendalam. Suka banget ❤️❤️❤️❤️❤️

OVERALL RATING

4starshappyreading

Book Review: Hidden Huntress by Danielle L. Jensen

Hidden Huntress by Danielle L. Jensen
Series:  The Malediction Trilogy #2
Publication Date: June 2nd 2015 by Angry Robot
Language: English
Print Length: 464 pages
Genres:  Romance, Fantasy, Magic
Target Reader: Young Adult

Ebook:Amazon USB&N • Kobo • iBooks
Paperback: Amazon US • Book Depository • Periplus

Sometimes, one must accomplish the impossible.

Beneath the mountain, the king’s reign of tyranny is absolute; the one troll with the capacity to challenge him is imprisoned for treason. Cécile has escaped the darkness of Trollus, but she learns all too quickly that she is not beyond the reach of the king’s power. Or his manipulation.

Recovered from her injuries, she now lives with her mother in Trianon and graces the opera stage every night. But by day she searches for the witch who has eluded the trolls for five hundred years. Whether she succeeds or fails, the costs to those she cares about will be high.

To find Anushka, she must delve into magic that is both dark and deadly. But the witch is a clever creature. And Cécile might not just be the hunter. She might also be the hunted…


REVIEW BY ALEXA

Setelah ending cliffhanger yang begitu kuat di buku pertama, aku berharap besar pada buku kedua. Dan di situlah kata kunci kesalahanku, BERHARAP TERLALU BESAR. Beberapa poin yang kurasakan setelah membaca buku ini sbb :

  • Heroine yang harus sering ditampar dengan bukunya sendiri. Aku berharap setelah tahu bakatnya, Cecile akan belajar sihir dengan lebih serius. Tapi yang kudapatkan adalah 50% sesi menggalau, kehilangan arah tujuan, menyalahkan diri sendiri, latihan dan pentas menyanyi. Dan saat gadis ini memulai momen belajar sihir untuk pemula adalah setelah “dipaksa berjanji” oleh raja Trollus dengan ancaman nyawa Tristan. Scene sihir Cecille juga jauh dari kata anggun karena terlalu gore dan serampangan untuk diekspos detail. Aku jadi ragu apakah bakat Cecille itu sihir gelap?
  • Karena Cecille adalah POV utama maka setting dunia manusia Trianon super mendominansi. Porsi POV Tristan di sisi Trollus lebih banyak dari buku pertama, tapi tetap terasa minimalis bila dibandingkan dengan POV Cecille. Jadi kamu harus puas dengan alur lambat yang banyak menceritakan kegiatan Cecille sebagai Lady wannabe dengan sesi latihan menyanyi, persaingan dengan anak didik mamanya, dandan, pesta-pesta, nonton ballet. Aku tak butuh buku fantasy untuk membaca detail hisrom seperti itu.
  • Proses pengorbanan Tristan untuk keluar dari Trollus super WOW dan menyentuh hatiku. Tapi pertemuan kembali Cecile Tristan dan interaksi mereka setelah itu, tidak terasa WOW. Setelah ikatan mereka terbentuk di buku pertama kupikir mereka akan lebih saling mempercayai di buku kedua. Tapi tidak, Tristan tidak percaya diri dia masih pantas memiliki Cecile dan Cecile menunjukannya dengan menawarkan malam pertama mereka yang tertunda. Scene kebersamaan mereka terlalu singkat dan yah tidak terasa mendalam chemistrynya.
  • Villain utamanya sudah mencurigakan di awal-awal buku, tapi aku masih bingung mengolah semua petunjuk yang Danielle tebar disepanjang buku bagaimana dia tetap bertahan awet muda tanpa bantuan. Aku menyukai scene flashback si Villain saat menceritakan kenapa dia begitu membenci Trollus, karena membuatku mengerti dan memaklumi tindakan ekstrimnya.
  • Para figuran di Trollus tidak banyak di ekspos. Tapi kita akan banyak dikenalkan dengan loyalitas teman-teman manusia Cecille.

Secara umum storyline Hidden Huntress terasa super mega drama, flat dan bertele-tele. Alurnyapun berjalan lambat. Sisi aksi dan paranormnya tidak terasa. Dan ending cliffhangernya akan membuat penasaran sampai buku ketiga nanti terbit.

OVERALL RATING

2.5stars

happyreading

Book Review: Born in Blood by Alexandra Ivy

Born in Blood by Alexandra Ivy
Series: The Sentinels #1
Publication Date: December 31st 2013 by Zebra
Language: English
Print Length: 400 pages
Genres:  Paranormal Romance, Fantasy
Target Reader: Adult

Ebook: Amazon USB&NKobo • iBooks
Paperback: Gramedia (Terjemahan)

In a stunning new paranormal romance series—even edgier than her bestselling Guardians of Eternity books—New York Times bestselling author Alexandra Ivy lures readers into the dark, seductive world of the Sentinels—humans outcast by their hidden abilities, treading the line between life and death, good and evil, pleasure and pain…

Born In Blood

Sergeant Duncan O’Conner has seen it all before. A beautiful erotic dancer is found murdered in her home—no suspect, no motive. But there’s one clue: she’s missing her heart. It’s enough to make the hard-bitten Kansas City cop enlist the help of a necro—one of the dead-channeling freaks who live in the domed city of nearby Valhalla. It’s a long shot, but desperate crimes call for desperate measures.

Unlike the other “high-bloods” in Valhalla, Callie Brown considers her abilities a gift, not a curse. But when she reads the dancer’s final thoughts, she senses a powerful presence blocking her vision. This is no ordinary homicide. This is the work of a legendary necromancer who controls souls. A ravenous force that will put Callie’s skills to the test, O’Conner’s career at risk, and both their hearts on the line…literally.


REVIEW BY ALEXA

Seri baru dari salah satu penulis PNR faveku? Tentang para sentinel seksi pelindung manusia super? Cover marron yang mencolok mata? Wow dong.. Trus kenapa ratingnya gitu? Please Ivy’s fans, biarkan aku menjelaskan alasanku sebelum menimpukku dengan bitterballen.

  • Storyline cerita ini super datar dari awal sampai akhir. Mana kisah penuh intrik? Mana petualangan penuh aksi? Mana romance sepanas kompor? Zero. Untuk penulis sekaliber Ivy, aku yakin dia bisa meramu kisah yang lebih menggetarkan. Aku lebih menikmati buku ini seandainya Ivy lebih banyak menunjukan semua narasinya dengan aksi nyata bukan cuma informasi.
  • Aku suka potensi jenis paranorm baru yang menggabungkan sihir-sihir dan dunia tehnologi. Tapi world building di novel ini sangat lemah. Untuk apa mereka memakai nama Valhalla kalau sama sekali tidak ada unsur unsur Norse di dalamnya? Aku merasa tertipu. Aktivitas paranormal di buku ini sangat minimalis, sebagian besar aksi keren itu justru datang dari sang Villain ganteng yang namanya berhasil merusak mood bacaku, Lord Zahkar.
  • Diceritakan dalam pov orang ke-3 serba tahu, cerita ini memang bisa menangkap semua sisi dari pemeran utama, figuran bahkan villain-villainnya. Tapi alur majunya pun terasa bak menonton film perpaduan Indiana Jones, MIB, Mortal Instrumen. Tidak ada scene yang cukup WOW untuk di kenang apalagi sampai bikin baper. Semua akan terlupakan setelah menulis review ini.
  • Karakter utama Duncan dan Callie tidak bisa menarik perhatianku dan tidak tahu prioritas. Karakter mereka sangat stereotip dan tidak memorable. Agak menyebalkan melihat buku pnr yang serius mengupas penyelidikan kasus kepolisian tapi sebagian besar isinya lebih banyak momen grepe-grepe dan naik ranjang setiap ada kesempatan biarpun dalam kesempitan. Instalust dan perkembangan chemistry mereka sulit dipercaya dan terasa sangat di paksakan. Dan yay… kita akan dihibur dengan adegan hore-hore sepanas lilin diterpa angin badai.
  • Banter dan percakapan antar karakter garing, jokenya pun tidak lucu. Flirt-flirtnya tidak menggetarkan dan aku bosan baca pengulangan tentang kesempurnaan fisik setiap tokoh dalam buku ini. Wolfe dan Fane yang bukan pemeran utama saja digambarkan “ukuran lengannya yang meresahkan”, “kibasan rambut gelap dengan sentuhan garis uban… uh maap.. warna putih” beberapa kali disepanjang buku. Bagaimana dengan gambaran kecantikan dan aura keseksian karakter utamanya yang sama sekali tidak digambarkan mirip dengan covernya.
  • Kejutannya dan twistnya tidak mengejutkan. Klimaks konflik tidak menegangkan dan penyelesaiannya super anti klimaks.

Intinya buku cover cantik ini tidak memenuhi harapan dan seleraku. Tapi penggemar Ivy lain jangan putus asa untuk mencoba membacanya dan membuktikan sendiri kebenarannya. Aku juga mungkin akan membaca lanjutan seri ini kelak, karena aku cukup penasaran dengan hubungan Wolfe yang garang dan The Mave. Juga Serra dan Fane di buku 2. Tapi kalau kalian penasaran, versi terjemahannya sudah keluar lho. Silahkan mencoba!

OVERALL RATING

2.5stars

SEX-O-METER

1bikini

happyreading

Book Review: The Golem and The Jinni by Helene Wecker

The Golem and The Jinni by Helene Wecker
Series: The Golem and The Jinni #1
Release Date: March 2015 by Gramedia Pustaka Utama
Language: English
Print Length: 664 pages
Genres: Fantasy, Historical Fiction
Target Reader: Adult

Ebook: Baca FREE Aplikasi Ijak
Download HERE (Google Play/iTunes)

Chava: golem, terbuat dari tanah liat, dihidupkan oleh rabi yang terlibat ilmu sihir hitam. Ketika majikan Chava, sang suami yang memesan pembuatan dirinya, tewas dalam perjalanan laut dari Polandia, sang golem pun bagai layang-layang putus ketika tiba di New York pada tahun 1899.

Ahmad: jin, terbuat dari api, lahir di padang pasir Suriah. Ia dijebak penyihir Beduin sehingga terkurung dalam guci tembaga berabad-abad lamanya,sampai tak sengaja dibebaskan di Lower Manhattan. Meskipun tidak lagi terpenjara, Ahmad tak sepenuhnya bebas––gelang besi mengikatnya ke dunia fisik.

Kedua makhluk ini, dengan kisah masing-masing yang tak terlupakan, membentuk jalinan persahabatan––sampai pada suatu malam, insiden mengerikan membuat mereka terpaksa kembali ke dunia masing-masing. Namun, ancaman dahsyat akan menyatukan Chava dan Ahmad kembali, menantang keberadaan mereka dan memaksa mereka untuk mengambil keputusan luar biasa.

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

When folklores from two diverse cultures tie the knots, it’s a fantasy lover’s dream come true.

Cerita-cerita 1001 malam dari dunia eksotis Timur Tengah selalu berhasil menarik perhatianku. Itu yang membuatku bertekad membaca buku ini, walaupun jumlah halamannya cukup mengintimidasi. Awalnya kupikir ini adalah buku fantasi untuk remaja. Tapi beberapa kalimat “dewasa” di awal chapter membuatku menyadarinya.

Kisah ini mengangkat tentang petualangan 2 mahkluk mistis Timur Tengah yang terdampar di New York pada tahun 1899, sebuah Golem dan Jinn berjuang menghadapi geger budaya dalam cara yang sangat berbeda. Golem adalah mahkluk yang dibentuk dari lempung, budak yang dibangkitkan dengan doa dan mantera gelap, punya indra hiperaktif dan kebutuhan besar untuk merasa berguna. Chava baru dilahirkan penuh ingin tahu di kota asing.

Jinn yang rupawan dan berusia ribuan tahun. Terikat dalam mantera mematikan Ahmad tetap arogan dan selalu menarik secara sensual, dia artistik selalu terkenang pada masa lalu saat dia menjadi penguasa di Istana kaca.
Mereka berdua sangat berbeda tapi juga serupa dalam banyak hal. Aku menikmati percakapan mereka berdua saat berbagi pemahaman hidup.

Walaupun alur maju mundurnya lambat dan gaya bahasanya lugas, kisah ini sangat intens dan sama sekali tidak sederhana. Diceritakan dalam POV orang ke-3 serba tahu yang deskriptif, buku ini menggambarkan dengan baik pergolakan emosi dari setiap karakternya. Awalnya kisah para karakter-karakter sekunder dalam buku ini tampak random dan tidak penting. Tapi dari170 hal akhir buku – yang merupakan klimaks kisah ini – diceritakan dengan epic dan dipenuhi banyak kejutan. Semua detail itu terjalin dengan mengagumkan yang menunjukan betapa jenius pola pikir sang penulis.

Buku ini tidak memberikan aksi pertempuran dan perang, tapi kisah fantasi ini menawarkan banyak pelajaran hidup sederhana yang sangat menyentuh. Misalnya bagaimana si jinn tidak percaya ikatan pernikahan atau saat si golem harus belajar menahan diri untuk tidak selalu bereaksi terhadap kebutuhan orang disekitarnya. Cara mereka beradaptasi dengan lingkungan, belajar makan untuk pertama kalinya, pengalaman menghadapi kesedihan.

Aku akan merekomendasikan pada pecinta historical fiction yang tidak keberatan dengan narasi deskriptif, nuansa interaksi 3 agama dan versi kreatif dari urban legend Gurun Sahara.

OVERALL RATING

4stars happyreading

Book Review: Bound by Flames by Jeaniene Frost

Bound by Flames by Jeaniene Frost
Series: Night Prince #3
Release Date: January 27th 2015
Publisher: Avon
Language: English
Print Length: 384 pages
Format: Paperback
Genres: Vampires, Romance, Paranormal
Target Reader: Adult

Play with fire, pay the price.

Leila’s years on the carnie circuit were certainly an education. What she didn’t learn: how to be a vampire, or how to be married to the most famous vampire of them all. Adjusting to both has Leila teetering on a knife edge between passion and peril, and now the real danger is about to begin…

Vlad must battle with a centuries-old enemy whose reach stretches across continents and whose strength equals his own. It isn’t like Vlad to feel fear, but he does…for Leila, because his enemy knows she is Vlad’s greatest weakness. As friend and foe alike align against him—and his overprotectiveness drives Leila away—Vlad’s love for his new bride could be the very thing that dooms them both…

add-to-goodreadsPurchase Links: Amazon USB&N • Kobo iBooks
Paperback: Amazon US 
Book Depository

Review by Alexa

Legenda Vlad Dracul si anti hero garang dan sadis yang banyak menghantui kisah-kisah sejarah selalu memikat hatiku. Ketika Jeaniene Frost membuat series Night Prince (dan covernya semua Paul Marron) yah.. aku sadar aku tak akan kebal dari seri paranorm baru yang pantas dikoleksi ini, bahkan sebelum aku membaca bukunya. See? Kau masih meragukan besarnya cintaku untuk glorious bastard yang satu ini? Dengan perjuangan yang melibatkan putusnya urat malu, aku berhasil mendapatkan hardcopy Bound by Flames dari End year Giveaway Gift Dan setelah menggalau berbulan-bulan menunggu terbitnya buku ini, akhirnya aku bisa maraton eyeraping dikasari Vlad. Ending buku sebelumnya yang menggantung, membuatku penasaran bagaimana nasib pasangan pengantin baru ini. Pada awalnya kupikir Bound by Flames adalah buku terakhir dalam seri ini, tapi setelah membacanya dengan yakin kushare seri ini masi akan terus berlanjut (prediksiku mungkin akan sepanjang Night Huntress). Aku sengaja cuma me-review buku ke3 ini karena hingga sekarang versi terjemahan bahasa Indonesia belum keluar :p

Dengan segala antisipasi dan penantian yang kurasakan, buku ini cukup membuatku galau setelah berhasil menyelesaikannya. So far buku ini memberikan kemunculan kembali si seksi Maximus (I love him!!!), aksi pertempuran yang super seru, melibatkan banyak ledakan dan kehancuran banyak gedung-gedung, pembunuhan dimana-mana dan tentu saja aksi berdarah-darah. Kau tidak mungkin mengharapkan scene percakapan penuh pelangi dan taburan gula dari buku Vlad. Vlad.. yah Vlad. Dia menutup hati dan dirinya dari cinta beratus-ratus tahun. Dan dia juga bukan fans magical pussy yang akan mengubah kepribadian dan kelakuannya cuma karena seks panas atau cinta. Vlad adalah PR besar untuk Leila, pengantin barunya. Buku ini juga memberi banyak latar belakang kehidupan cinta, keluarga dan ketakutan terdalam dari Vlad.

“Compromise Lesson One: Pull a dick move, and your dick gets denied. Every woman knew that, and now, so did the vampire sitting next to me.”

Ada beberapa hal yang membuatku tidak bisa memberikan rating jebol untuk buku yang menceritakan tentang hero idolaku ini. Aku berharap sangat besar untuk buku ini dan jujur berharap bisa bounding secepat Night Huntress series. Aku punya beberapa alasan kenapa bisa begitu :

* Musuh yang susah mati dan punya nama yang susah banget buat disebut. Busyet, butuh 3 buku penuh untuk bisa melumpuhkan si Mihaly Szilagy yang satu ini. Untungnya di dalam buku ini Vlady banyak curhat membuka diri tentang masa lalunya yang suram dan ngenes, termasuk pengalaman buruknya yang melibatkan musuh besarnya ini. Paling tidak itu bisa menghiburku, walau buku ini diakhiri dengan munculnya musuh baru yang lebih berpontensi merusak kebahagiaan Vlad di masa depan.

*Heroine terlalu submissive. Aku punya beberapa issue dengan heroine tipe satu ini.

  1. Leila punya kemampuan super, sebelum jadi vampire dia bisa memanipulasi listrik. Tapi setelah menunggu selama 3 buku kemampuan dan dia berubah jadi vampire, skill Leila masih belum bisa dibilang WOW!!! Tetap saja dia selalu menjadi mata rantai terlemah di kehidupan Vlad, dan kadang masih membutuhkan bantuan Cat. Kalau dia lebih kuat dia tidak akan membuat Vlad paranoid dan beresiko kena serangan panik karena terlalu mengkuatirkannya. Maapkan aku yang sudah terlalu banyak dicekoki film X-men dan sejenisnya. Tapi aku berharap besar dari kekuatan gadis ini, bukan sekedar cuma bisa matiin kamera cctv dan cambuk setrum.
  2. Aku ingin Leila lebih kuat secara kepribadian. Buat apa punya kemampuan super kalau dia selalu “pasrah” di manipulasi Vlad. Yea yea.. Vlad super dominan dan susah dibantah, tapi aku berharap Leila bisa melakukan trik protes passive active yang lebih berani dan melakukan pemberontakan-pemberontakan kecil yang bisa meluluhkan hati Vlad. Beberapa kali adik Leila berhasil membuat Vlad mengurut dada dan jidat dengan stress. Aku berharap Leila bisa begitu, protes-protes Leila selama ini lebih mirip ABG merajuk yang aku yakin pria seuzur dan tidak peka seperti Vlad tidak bakalan menyadarinya.

* Pengulangan scene. Aku sudah bisa menduga tentang aksi ledakan dan bakar-bakaran dari buku Vlad, tapi aku tidak mengharapkan adegan penculikan dan penyanderaan Leila lagi dan lagi.. Itu seperti ulangan kejadian dibuku-buku sebelumnya. Memang penculikan kali ini juga diwarnai sedikit aksi perkosaan yang panas tapi Ms Frost, please.. aku mengharapkan scene yang anti mainstream. Bagaimana kalau Vlad yang di culik dan Leila yang harus membebaskannya..

* Aku patah hati dengan scene-scene yang melibatkan Maximus. Aku cinta kesetiaannya yang tak terbalas. Kesalahan terbesarnya cuma 1, mencintai Leila dan Vlad tak pernah memaafkannya untuk yang satu ini. Dia satu-satunya vampire yang selalu ada untuk Leila. Mungkin ini momen pertama aku benci keputusan Vlad.

So far Bound by Flames adalah buku paranormal yang serius. Buku ini memberi aura gelap dan frustasi, juga kengerian. Beberapa scene steamy Vlad tentu saja bisa membakar mata dan melancarkan aliran darah tapi jangan mengharapkan romance manis bunga dan puisi dari buku ini. Jadi aku akan merekomendasikan untuk pecinta buku Jeaniene Frost dan para fans Vlad Tepesh yang kangen dikasari.

Overall Rating

3.5stars

SEXOMETER

3bikinis

happyreading