Book Review: Gone Girl by Gillian Flynn

Gone Girl by Gillian Flynn
Series: Standalone
Published: April 22nd 2014 by Broadway Books
Language: English
Print Length: 442 pages
Genres: Mystery, Contemporary, Fiction
Target Reader: Adult

Ebook: Amazon US • B&N • Kobo • iBooks
Paperback: Amazon US • Book Depository • Periplus

THE #1 NEW YORK TIMES BESTSELLER

On a warm summer morning in North Carthage, Missouri, it is Nick and Amy Dunne’s fifth wedding anniversary. Presents are being wrapped and reservations are being made when Nick’s clever and beautiful wife disappears. Husband-of-the-Year Nick isn’t doing himself any favors with cringe-worthy daydreams about the slope and shape of his wife’s head, but passages from Amy’s diary reveal the alpha-girl perfectionist could have put anyone dangerously on edge. Under mounting pressure from the police and the media—as well as Amy’s fiercely doting parents—the town golden boy parades an endless series of lies, deceits, and inappropriate behavior. Nick is oddly evasive, and he’s definitely bitter—but is he really a killer?

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

Apa yang akan seorang pria hadapi saat dia merusak kebahagiaan seorang wanita sempurna? Histeria? Teror? Ancaman? Bukan itu yang di hadapi Nick. Dia adalah seorang mantan jurnalis tampan yang dalam kondisi paling terpuruk dalam hidupnya, mengambil jalan keliru dengan berselingkuh dari istrinya yang perfeksionis. Istrinya Amy, membalas perlakuan tak setia suaminya dengan hadiah perayaan ulang tahun perkawinan paling tak terlupakan. Ancaman hukuman mati!

Well ini adalah salah satu buku hebat dengan alur complicated yang sangat sulit di review tanpa spoiler. Tapi aku akan berusaha karena aku ingin kamu mengalami pengalaman yang sama denganku. Ketegangan dan rasa penasaran yang sama saat membalik halaman-halaman buku ini. Ini adalah salah satu buku yang membuatku terpukau pada narasi dan kekuatan dari sederhananya sebuah storyline yang di garap mendetail penuh intrik.

Mulai dari bagaimana Nick dan Amy membuka tiap lapisan perkembangan hubungan dan kehidupan susah senang mereka, bagaimana rollercoster emosi yang mereka hadapi. Semua dapat kita ikuti dari dual POV orang pertama secara bergantian. Sampai dengan bagaimana mereka saling adu strategi dan memanipulasi pasangannya dalam perang tanpa akhir dalam pernikahan mereka yang tampak sempurna. Alurnya yang maju mundur antara flashback dan masa kini memaksamu untuk berkonsentrasi penuh.

Buku ini jelas membuat perasaanku campur aduk. Jujur buku ini membuatku menyukai, kagum sekaligus benci pada kedua karakter utamanya. Ending yang tidak biasa tentu saja di luar dugaan. Tapi ini mungkin hal paling realistis yang coba di gambarkan penulis tentang pasangan sama kuat yang saling melengkapi, sempurna bagi satu sama lain.

VIEW THE MOVIE TRAILER HERE (October 3rd 2014):

OVERALL RATING

5starshappyreading

Advertisements

Book Review: Stalking Jack the Ripper by Kerri Maniscalco

Stalking Jack the Ripper by Kerri Maniscalco
Series: Stalking Jack the Ripper #1
Published: September 20th 2016 by jimmy patterson
Language: English
Print Length: 336 pages
Genres: Fantasy, Historical Fiction, Mystery
Target Reader: Young Adult

Ebook: Amazon US • B&N • iBooks

A #1 New York Times Bestseller!

Presented by James Patterson’s new children’s imprint, this deliciously creepy horror novel has a storyline inspired by the Ripper murders and an unexpected, blood-chilling conclusion…

Seventeen-year-old Audrey Rose Wadsworth was born a lord’s daughter, with a life of wealth and privilege stretched out before her. But between the social teas and silk dress fittings, she leads a forbidden secret life.

Against her stern father’s wishes and society’s expectations, Audrey often slips away to her uncle’s laboratory to study the gruesome practice of forensic medicine. When her work on a string of savagely killed corpses drags Audrey into the investigation of a serial murderer, her search for answers brings her close to her own sheltered world.

The story’s shocking twists and turns, augmented with real, sinister period photos, will make this dazzling, #1 New York Times bestselling debut from author Kerri Maniscalco impossible to forget.

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

Saat gadis-gadis lain menyukai gosip dan acara minun teh, Lady Audrey Rose Wadsworth lebih berminat kerja magang di institut forensik milik pamannya. Saat kota mereka di kejutkan dengan pembunuhan berantai distrik kumuh Whitechapel, Audrey menemukan beberapa kaitan antara para korban dengan arsip rumah tangganya. Dengan bantuan Thomas, murid tercerdas sekaligus paling arogan pamannya, Audrey berusaha menguak petunjuk siapakah pembunuh sadis itu.

Novel YA ini mengambil setting London era Victorian tahun 1888. Timeline yang diangkat hanya 1.5 bulan masa penyelidikan kasus pembunuhan berantai The Leather Apron yang kemudian terkenal dengan nama Jack the Ripper. Selain fakta itu, istilah dan prosedur otopsi, serta beberapa nama korban pembunuhan yang di sebut di sini, semua nama dan hal lain dari novel ini adalah fiksi.

Secara karakter aku suka dengan Audrey yang berani tampil beda pada masa itu. Dia tetap lady yang anggun tapi ingin memperdalam keahliannya di luar sulam menyulam dan kegiatan kewanitaan lainnya. Interaksi dengan Thomas sebenarnya berpotensi, tetapi interaksi romantis mereka yang lelet dan jarang membuat chemistry mereka agak susah dipercaya.

Karakter pendukung lain seperti kakak lelaki Audrey yang super charming, paman dokter yang sangat cerdas tapi judes, ayah protektif yang patah hati, dan beberapa list terdakwa juga menebar petunjuk menyesatkan dan menambah aura misterius. Setiap pihak tampak mencurigakan walau motif pembunuhannya tampak random. Alur novel ini lambat, tapi narasinya intens dan mencekam. Proses forensik dan deskripsi gore para korban pembunuhan di gambarkan mendetail, jadi pastikan jantung dan perutmu kuat untuk membacanya.
Hal yang agak mengecewakan di sini adalah :

  1.  Judulnya agak tak sesuai ya karena proses stalking itu hanya terjadi 1x di akhir buku dan itupun bukan pembunuh sebenarnya.
  2. Proses penyelidikan kasus terasa minimalis, banyak detail-detail dan scene tak material yang bisa dihapus tanpa merusak cerita.
  3. Terungkapnya siapa “Jack the Ripper” versi novel ini terjadi secara tidak sengaja dan bukan hasil penyelidikan yahud ala serial CSI.
  4. Twist akhirnya maksa banget dan penyelesaian masalah agak aneh, tapi lumayan tak terduga.
  5. Endingnya manis tapi unsur romantis yang mulai tercium dipenggal tanpa penyelesaian lebih lanjut. Apakah di simpan untuk buku berikutnya?

OVERALL RATING

3.5starshappyreading

Book Review: The Girl on the Train by Paula Hawkins

The Girl on the Train by Paula Hawkins
Series: Standalone
Published: September 4th 2015 by Noura Books
Language: Terjemahan (Indonesian)
Print Length: 440 pages
Genres: Fiction, Mystery, Thriller
Target Reader: Adult

Rachel menaiki kereta komuter yang sama setiap pagi. Setiap hari dia terguncang-guncang di dalamnya, melintasi sederetan rumah-rumah di pinggiran kota yang nyaman, kemudian berhenti di perlintasan yang memungkinkannya melihat sepasangan suami istri menikmati sarapan mereka di teras setiap harinya. Dia bahkan mulai merasa seolah-olah mengenal mereka secara pribadi. “Jess dan Jason,” begitu dia menyebut mereka. Kehidupan mereka-seperti yang dilihatnya-begitu sempurna. Tak jauh berbeda dengan kehidupannya sendiri yang baru saja hilang.

Namun kemudian, dia menyaksikan sesuatu yang mengejutkan. Hanya semenit sebelum kereta mulai bergerak, tapi itu pun sudah cukup. Kini segalanya berubah. Tak mampu merahasiakannya, Rachel melaporkan yang dia lihat kepada polisi dan menjadi terlibat sepenuhnya dengan kejadian-kejadian selanjutnya, juga dengan semua orang yang terkait

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

Buku ini menjadi begitu populer di sosial media, semua teman memajang fotonya dan memujinya sampai berbusa-busa. Padahal genre buku ini, jelas bukan buku kelas ringan untuk sejuta umat yang bisa dibaca santai. Karena itulah aku jadi penasaran banget buat membuktikan sebagus apa sih buku yang menghebohkan ini.

“Aku tidak pernah mencemburui kebahagiaannya, aku hanya berharap dia bisa berbahagia bersamaku.”

Berjuang mengatasi frustasi pasca perceraiannya, Rachel menghidupi hari demi hari tanpa harapan dan motivasi. Dia bergantung pada alkohol untuk melarikan diri dari sakit hatinya. Di awal narasi buku ini, aku merasa karakter Rachel begitu penuh kegalauan, lemah, ngenes dan tidak menarik. Tapi ada hal unik dari cara Paula bercerita yang membuatku tak bisa meletakan buku ini. Cara Paula memberikan informasi selapis demi selapis di tiap chapter-chapternya membuatku merasakan sensasi berburu harta karus dimana setiap fakta, petunjuk, arah penyelidikan harus kucari, kucermati dan kupilah dari kata-kata narasi detail keseharian.

Paula juga bermain dengan pikiran kita, meletakan petunjuk kecil di sana sini dan memaksa kita untuk terus menebak di sepanjang buku. Tiap chapter adalah perjalanan panjang berliku penuh kejutan. Buku ini beralur maju mundur dengan bantuan tanggal yang akan sedikit menyulitkan pecinta speed reader, karena jujur kau harus menaruh konsentrasi penuh untuk mengikuti ritme buku ini.

Di ceritakan dalam POV 3 heroine utama dan hero-hero figuran, kita akan terombang ambing menebak dan mengejar siapa villain sesungguhnya di buku ini. Kisah ini akan menjadi cobaan besar untuk pembaca yang tak menyukai narasi dominan dan punya ritme yang cukup lambat. Kemudian kalau kau biasa membaca buku thriller dan suspens kau pasti bisa menebak siapa villain utama dibalik semuanya. Ending buku ini memuaskan dan menegangkan, walau aku jadi ingat salah satu film lama yang dibintangi Sharon Stone. Tidak sama persis tapi punya aura dan pesan yang serupa.

Buku thriller yang mengesankan dan aku merekomendasikan kepada semua teman yang menyukai genre ini. Twist psikologi novel ini akan membuatmu kau menikmati novel dengan para grey karakter yang terasa nyata dan betul-betul ada di sekeliling kita. Karena di dunia ini semua manusia punya potensi dan dorongan untuk melakukan kejahatan di dalam diri, dan semua kembali kepada kita akan menyambutnya atau tidak.

Aku tidak pernah mengerti betapa orang bisa dengan entengnya mengabaikan kerusakan yang mereka timbulkan gara-gara mengikuti kata hati mereka. Siapa bilang mengikuti kata hatimu adalah sesesutu yang baik? Itu egoisme murni, egoisme tertinggi.

VIEW THE MOVIE TRAILER HERE (October 7th 2016):

OVERALL RATING

4starshappyreading

Book Review: The Winter People by Jennifer McMahon

The Winter People by Jennifer McMahon
Series: Standalone
Published: June 1st 2015 by Qanita
Language: Terjemahan (by Angelic Zaizai)
Print Length: 448 pages
Genres: Horror, Fiction, Mystery
Target Reader: New Adult

“Beri tahu aku, kumohon, bisakah yang sudah mati bangkit kembali?”

Selamat datang di West Hall, kota terpencil dengan legenda mengerikan. Selama puluhan tahun, orang-orang menghilang dan meninggal secara misterius di sana. Ada yang bilang itu gara-gara penyihir jahat yang bisa menghidupkan kembali orang mati.

Ruthie benci West Hall, dan dia bertekad untuk meninggalkan kota itu segera setelah dia punya cukup uang. Namun, tiba-tiba ibunya menghilang, meninggalkan Ruthie dan adik perempuannya. Ketika sedang mencari petunjuk, Ruthie menemukan buku harian rahasia. Di situ tertulis kisah tentang kaum musim dingin, orang-orang yang dibangkitkan kembali dari kematian mereka. Mungkinkah ibu Ruthie ada hubungannya dengan ini semua? Dan bisakah Ruthie menemukan sang ibu, sebelum jatuh korban lagi?

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

Buku ini memberikan aura misteri yang kuat sejak awal mula. Pertama judulnya bikin kepo, kemudian sinopsisnya juga remang-remang. Membaca beberapa chapter awal juga tidak membantu memberi gambaran apa yang akan kuhadapi. Apakah hantu? Zombie? black magic? Pembunuhan berantai? Mahkluk mistis? Shifter? Stalker? Semua kecurigaan membuatku membalik halaman dan membaca buku ini dengan tempo yang super cepat.

Dengan alur maju mundur antara masa kini dan tahun 1908, karakter dari dua masa itu merajut adegan-adegan kehidupan mereka yang memupuk rasa keingintahuanku dan menaburinya dengan ketegangan. Masa kecil Sara dengan “bibi indiannya” yang misterius, hilangnya anak satu-satunya Sara dan kehancuran rumah tangganya ditahun 1908 terasa sangat suram di baca. Saranku, bertahanlah!

Di masa sekarang, dua keluarga mengalami cobaan di masa yang bersamaan. Kematian seorang fotografer dan hilangnya seorang ibu rumah tangga yang tampak random. Tambahkan banyaknya kehilangan misterius di antara masa 1908 dan saat ini. Membingungkan dan bikin frustasi? Saranku, bertahanlah!

Menurutku, penulis punya cara yang unik dalam merajut petunjuk-petunjuk yang bisa mengurai misteri di dalam buku ini dalam tiap babnya. Narasi-narasinya indah dan mengalir. Bab-bab awal yang tampak random di awal akan seperti potongan puzzle yang pas saat diletakan di bab-bab akhir. Setting tempat kejadian juga benar-benar mencekam, Devil’s Hand di West Hall.
Ini adalah salah satu buku yang sangat sukar untuk di review karena aku tak mau menjatuhkan spoiler dan merusak kejutannya. Saranku, bertahanlah membacanya. Kau tak akan menyesal.

OVERALL RATING

4starshappyreading