Book Review → Magnus Chase and the Gods of Asgard, Book 2: The Hammer of Thor by Rick Riordan

Magnus Chase and the Gods of Asgard, Book 2: The Hammer of Thor by Rick Riordan
Series: Magnus Chase and the Gods of Asgard #2
Published: October 4th 2016 by Disney Hyperion
Language: English
Print Length: 480 pages
Genres: Fantasy, Mythology
Target Reader: Young Adult

Ebook: Amazon US • B&N • Kobo • iBooks
Paperback: Periplus

Thor’s hammer is missing again. The thunder god has a disturbing habit of misplacing his weapon–the mightiest force in the Nine Worlds. But this time the hammer isn’t just lost, it has fallen into enemy hands. If Magnus Chase and his friends can’t retrieve the hammer quickly, the mortal worlds will be defenseless against an onslaught of giants. Ragnarok will begin. The Nine Worlds will burn. Unfortunately, the only person who can broker a deal for the hammer’s return is the gods’ worst enemy, Loki–and the price he wants is very high.

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

Rick Riordan adalah penulis YA mitologi favoritku dan Mitologi Norse selalu bikin aku penasaran. Tapi entah kenapa aku paling sulit bonding dengan seri ini dari semua seri yang di tulis Rick. Kalau di bandingkan dengan saat pertama kali membaca PJO, aku merasa bagaimana buku itu bisa membuatku ngakak tanpa usaha. Semua joke terasa mengalir dan smart. Tetapi semua itu, tidak bisa kurasakan saat membaca buku ini sampai akhir.

Storyline kisah ini melanjutkan misteri hilangnya palu kesayangan Thor yang bisa membunuh para raksasa juga streaming serial TV dengan kualitas HD. Dan masih muncul dengan pakem yang biasa dengan 2-3 kasuk petualangan kecil untuk support kasus besar. Problemnya, kasus-kasus kecil di sini terlalu sederhana dan seperti di ada-adakan untuk memenuhi cerita. Walau begitu aku menyukai scene emosional dan menyentuh saat Magnus menemani Hearth ke Alfheim. Aku happy Rick menggali lebih dalam ke masa lalu dan kepribadian elf bisu ini. Persahabatan bromance Blitzen dan Hearth juga menyentuh banget.

Magnus memang di gambarkan lebih dewasa dari PJ. Dia juga bukan hero warrior yang jago bertempur, dia seorang penyembuh. Tapi dia tampil bak figuran di bukunya sendiri. Dia tampil biasa-biasa saja, dengan narasi yang maksa banget dan joke yang tidak bikin ketawa sampai akhir. Dia kalah spotlight dengan Sam di buku ini. Bahkan Jack si pedang gaul masih bisa bikin ngikik setiap nyeletuk. Janji temu dengan hero terkenal di akhir buku juga seperti menegaskan kurangnya pesona Magnus sampai harus mendapat bala bantuan hero seri lain? Puhlease..

Alex, anak Loki yang badass tampil menarik dan super antik sebagi karakter baru. Masalahnya reputasi dan skill hebat yang di gembar gemborkan sejak awal buku ternyata hanya dimanfaatnya dengan cara cuma “begitu saja”. Intriknya kurang WOW.
Banyak fakta baru yang memgejutkan tentang papa (or mama Loki) dalam buku ini, supaya kamu tidak bingung beberapa cerita dalam masa lalu Loki ada dalam panduan Hotel Vahalla. Baca itu dulu ya..

Problem utamaku dari buku ini membuatku berjuang supaya bisa menyelesaikan dan menyukainya. Aku merasa Rick seperti berusaha terlalu keras untuk menuliskan scene lucu yang semuanya tidak menggelitik syaraf tawaku. Walaupun buku ini membuatku belajar tentang hal baru seperti “gender fluid”, tapi aku merasa seri ini lebih serius dan penuh dengan pesan sponsor. Buku ini tetap bisa di nikmati para fans berat Rick tapi jelas bukan buku terbaiknya.

OVERALL RATING

2.5starshappyreading

Advertisements

Book Review: First Grave on the Right by Darynda Jones

First Grave on the Right by Darynda Jones
Series: Charley Davidson #1
Publication Date: February 1st 2011 by St. Martin’s Press
Language: English
Print Length: 321 pages
Genres:  Paranormal Romance, Fantasy
Target Reader: Adult

Ebook: Amazon USB&NKobo • iBooks

This whole grim reaper thing should have come with a manual.
Or a diagram of some kind.
A flow chart would have been nice.

Charley Davidson is a part-time private investigator and full-time grim reaper. Meaning, she sees dead people. Really. And it’s her job to convince them to “go into the light.” But when these very dead people have died under less than ideal circumstances (like murder), sometimes they want Charley to bring the bad guys to justice. Complicating matters are the intensely hot dreams she’s been having about an entity who has been following her all her life…and it turns out he might not be dead after all. In fact, he might be something else entirely. But what does he want with Charley? And why can’t she seem to resist him? And what does she have to lose by giving in?

With scorching-hot tension and high-octane humor, First Grave on the Right is your signpost to paranormal suspense of the highest order.


REVIEW BY ALEXA

Sebelumnya nama Darynda Jones sebagai penulis genre paranorm cukup asing bagiku. Tapi judul-judul seri Charley Davidson ini mengingatkanku pada seri Night Huntress Jeaniene Frost. Jadi saat seorang teman merekomenkan buku lucu ini, aku tidak ragu untuk mencobanya.

Charley Davidson adalah seorang penyelidik swasta, dia juga menjadi konsultan departemen kepolisian karena kemampuan uniknya sebagai Grim Reaper. Dia bisa melihat dan berkomunikasi dengan hantu dan menuntun mereka ke jalan yang benar. Yang menarik dari Charley adalah dia tomboy, apa adanya, judes, sarkastik dan cablak. Gadis yang menamai kedua payudara dan indung telurnya sudah pasti punya karakter yang sangat menarik. Dia akan membuatmu galau ingin mengelus dada karena kuatir, mencoloknya dengan garpu saking keselnya, atau membawa pom-pom untuk menyemangati sepak terjang gadis tidak biasa ini. Seperti istilah di novel-novel romantis, Charley mungkin tidak sempurna tapi dia membuatku merasakan sesuatu.

Garrett Swopes adalah rekan detektif paman Charley. Dia tampan, menarik dan skeptis pada kemampuan supranatural Charley. Walau mereka tak pernah akur, dia selalu ada untuk Charley. Awalnya kupikir dia adalah hero dalam novel ini, tapi ternyata Charley punya SIL (Sosok Idaman Lain).

Reyes Farrow, adalah sosok misterius yang jadi guilty pleasure Charley. Walau dia cuma muncul bak figuran di buku 1 ini, tapi kemunculannya yang super H.O.T selalu berhasil membuatku kipas-kipas gelisah mencari udara segar. Reyes adalah bukti nyata wet dream itu eksis! Aku berharap dibuku-buku selanjutnya dia akan terlibat lebih banyak dan lebih melumerkan pant..err hatiku.

I pointed to my right breast. “This is Danger.” Then my left. “And this is Will Robinson. I would appreciate it if you addressed them accordingly.”
After a long pause in which he took the time to blink several times, he asked, “You named your breasts?”
I turned my back to him with a shrug. “I named my ovaries, too, but they don’t get out as much.”

Seperti umumnya buku pertama, One Grave cukup lambat dan punya alur yang liar dan kurang terfokus. Memadukan unsur paranorm dan suspense cukup memberi nuansa baru dan berbeda pada buku ini. Romance dan chemistry dibuku ini agak kurang berasa karena rahasia Reyes semua ditumpuk di chapter akhir, sehingga aku kesulitan untuk bonding pada pasangan ini.

Percikan selera humor Darynda memang tidak untuk semua orang, tapi kalau kau menyukai humor sarkastik dan sedikit kasar, kau akan jatuh cinta pada buku ini. Aku juga suka banget dengan tampilan kocak para hantu di buku ini. Dari yang pemalu, smart, over pede, posessif sampai yang giat menyangkal dirinya sudah mati. So far buku ini mempunyai banyak potensi, jadi aku pasti akan membaca buku-buku Darynda selanjutnya dan mengikuti petualangan mereka ber-3.

OVERALL RATING

3.5stars

SEX-O-METER

3bikinis

happyreading

Book Review: Dark Instincts by Suzanne Wright

Dark Instincts by Suzanne Wright
Series: The Phoenix Pact #4
Published: April 7th 2015 by Montlake Romance
Language: English
Print Length: 314 pages
Genres: Paranormal, Romance, Erotica
Target Reader: Adult

Ebook: Amazon US 
Paperback: Amazon USBook Depository

It happens whenever wolf shifter Roni Axton is near Marcus Fuller: a crackle of sexual awareness that’s intoxicating…and deeply annoying. Marcus is a pack enforcer who oozes power, but Roni is lethal in her own right—nothing like the flirty females who flock around him. Even still, his possessive gaze makes one thing clear. Marcus has singled her out for seduction, and he wants to make her sit up and beg.

No matter how aloof and unfazed Roni acts, Marcus can tell she wants him. When a brutal attack by a jackal pack forces them to work together, it’s the perfect opportunity for Marcus to chip away at her defenses—until he falls into his own trap, completely unprepared for the intensity of their connection. Roni is the only one who’s ever seen past his shifter charm and discovered the man hiding beneath it. And for Marcus, claiming Roni once will mean needing her forever.

add-to-goodreads


REVIEW BY ELLE

Hmm… Maybe I’m the minor for Dark Instincts. I liked Phoenix Pack very much. But now my attention has divided into Nick’s pack along with the new members including her sister, Roni.

Roni Axton has problems with herself. She rarely shifted into human form because her horrible past. When Marcus Fuller come and draws her attention, she couldn’t ignore it. She tried but slowly drawn into him. Marcus has problem with himself. Because some prophecy about his future mate, he slept around and withdrawn from any female except Roni. I really liked Roni as much as Taryn. She’s an awesome heroine and kick-ass. She loves prank with her brother and that’s make me laugh uncontrollably. Also, she’s like Dominic who always make cheesy lines.

“Marcus Fuller exuded sex, confidence, and a raw compelling charisma that commanded the attention of those around him . . . which was why the Phoenix Pack enforcer was the star of her every X-rated fantasy. He deserved an Oscar for his performances.”

Roni’s tomboy side always get criticized by her mother but Marcus always defend her. They have chemistry and interaction. It’s good but not great. Marcus get all dominant and determined with Roni, she doesn’t give up easily. She drove Marcus crazy especially when she stole his food. Uh huh… no one touch Marcus’ territory about food. He’s a glutton man. Their sex isn’t wow as the previous books (except Nick’s). It’s just spicy. Marcus’ full attention and affection towards her made me melt into puddle. Don’t forget the sarcasms and snarky comments from Roni. She’s just wow because she could ‘tame’ Greta; the insulting grandma. After all, Dark Instincts is better than Carnal Secrets. It was an enjoyable read. I wonder who’s in the next book. Please be Dominic…LMAO

OVERALL RATING

3.5stars

SEX-O-METER

4bikinis

happyreading

 

 

Book Review: Carnal Secrets by Suzanne Wright

Carnal Secrets by Suzanne Wright
Series: The Phoenix Pact #3
Published: February 11th 2014 by Montlake Romance
Language: English
Print Length: 377 pages
Genres: Paranormal, Romance, Erotica
Target Reader: Adult

Ebook: Amazon US 
Paperback: Amazon USBook Depository

A pack Alpha and his estranged, true mate wrestle with painful secrets, ruthless enemies, and their own irresistible attraction, in the sexy third book of the Phoenix Pack series.

Half-shifter Shaya Critchley may hold a submissive role in her pack, but she’s done taking orders. After her Alpha wolf mate refused to claim her—but committed to interfering in her life—she took off. Now she hides from him, posing as a human in a town full of anti-shifter extremist groups. She thinks he’ll never find her again, and that suits her just fine. But she’s wrong.

Nick Axton can barely control his feelings for Shaya, but he could never claim her—not if he truly cares for her. The degenerative brain condition he keeps secret would ultimately leave her with a burden rather than a mate. But when Shaya runs away, Nick can’t bear the thought of never seeing her again. After tracking her down, he discovers Shaya’s feisty and passionate side in the process…a side he’d never seen before.

Under the menacing gazes of territorial local packs and violent human extremists, Nick vows to finally claim the spirited Shaya…and despite her initial resistance, Shaya just might find his fiery determination to be the ultimate aphrodisiac.

add-to-goodreads


REVIEW BY ELLE

Oh Oh… I remember this one very well. I almost DNF!

How much I HATE NICK!!! Plain and simple.

After he ‘throws’ Shaya not he wants her back because it droves him crazy?! Puhleaseee… I don’t feel any dominant and alpha vibe around Nick. I couldn’t connect with his character. Even when the sexy times. Sigh.


Shaya moves into another town is very understandable. Even she’s submissive wolf and half human, she has strong aura and snarky attitude. Determined and doesn’t give up. Well, until Nick come many times to ‘stake’ his claim. With the seduction in action, Shaya couldn’t resist Nick but she’s not stupid. But their interaction bored me until half the book. It’s too much for someone whose in denial. Even I dislike Nick, Shaya turns to irritated me.

“I know I fucked up. I’ve said I’m sorry for hurting you; I meant it. I promised you that I wouldn’t let you down again; I meant it. You might not believe that right now, but you will in time— I won’t have it any other way. You’re mine, and I refuse to live my life without you in it.”

How Nick trying to get in her heart (and panties) and now Shaya’s turn to bitch mode. The drama, ugh. The sweaty sex finally happened after… what? I don’t remember. Please less talking and more actions. The things are keep me going is the new conflict and new friends. The ghost of their past is back. Nick and his loyal ‘follower’, Darren has to face new threats. I liked their new challenge outside the wolf pack. The extremist is human community that hate were so much. They’re very dangerous. Even though I have issue with the MCs, Carnal Secrets still have redeemable points. The side characters are more interesting, though.

OVERALL RATING

3stars

SEX-O-METER

4bikinis

happyreading

Book Review: Wicked Cravings by Suzanne Wright

Wicked Cravings by Suzanne Wright
Series: The Phoenix Pact #2
Published: April 16th 2013 by Montlake Romance
Language: English
Print Length: 395 pages
Genres: Paranormal, Romance, Erotica
Target Reader: Adult

Ebook: Amazon US 
Paperback: Amazon USBook Depository

Despite having been besotted with Dante Garcea since she was a child, wolf shifter Jaime Farrow figures that it’s time to move past the crush. If he wanted her, he wouldn’t have ignored her flirtatious behavior, right? Hiding her intense attraction to him isn’t easy – especially now that they’re part of the same pack again – but with bigger issues to worry about and with the submissive wolf act to maintain, Jaime is resolute on moving forward. Now if only the workaholic control-freak would let her…

As the pack Beta, Dante doesn’t have the space or time in his life for a relationship. As such, he ignores his intense hunger for the willful – and sometimes crazy – Jaime. Yet when her flirtations abruptly end, Dante finds that he doesn’t like losing her attention. He finds something else too – Jaime’s hiding something. Determined to uncover her secret, he sets out to break through her defenses, even though being around her intensifies his cravings for her. What he finds is a problem that Jaime is convinced not even a powerful Beta can solve.

add-to-goodreads


REVIEW BY ALEXA

Sebagai HOT Beta male, Dante Gracea sudah biasa di kejar gadis-gadis. Tapi ditinggalkan dan dianggap biasa-biasa saja salah seorang fansgirlnya? Itu mengagetkan. Dia jadi berpikir keras apa yang salah dengan dirinya. Well, dengan wajah menarik, perawakan mengagumkan dan tangan kanan sang Alpha yang berdedikasi dia seharusnya menjadi tumpuan semua orang., Dengan aura dominan yang seksi dan penampilan pria perfectionis yang bisa diandalkan, dia seharusnya tak tertahankan dan menjadi obyek wet dream gadis-gadis. Jadi kenapa Jamie Farrow yang sudah mengikutinya semejak masih memakai popok tiba-tiba tidak memandanginya dengan mata mendamba itu lagi? Dan kenapa dia berhenti memberikan senyum special yang bisa mengetaaaaaaarkannya luar dalam? Belum lagi gadis itu bersikap manis kepada siapapun kecuali dirinya? Nah itu yang membuat Dante galau dan mengalami krisis kepercayaan diri..

Jamie Farrow jelas bukan heroine lemah gemulai, walau dia selalu berusaha berpenampilan begitu. Dia cerdas, walau tidak pede dengan bentuk tubuhnya. Dia cukup possesif , nakal dan punya sisi sarkastik yang cukup menghibur. Ada bagian dari trauma masa lalunya yang lebih baik dikuburkan, tak masalah dia dipandang sebagai submissive dan harus menyembunyikan sisi Alphanya kalau itu membuat semua oraang aman. Tapi ketika Dante, big crushnya sejak kecil menyebutnya ” not my girl type” kepada semua orang, well.. setiap gadis wajib punya batasan harga diri bukan? Dan saat dia memutuskan untuk move on, Dante mulai merecoki hidupnya dengan perhatian berlebihan yang sudah tak diharapkan lagi.

Seperti buku 1 nya, Mrs Wright memanjakanku secara konstan. Mungkin Dante dan Jamie masih typical h/h paranorm lengkap dengan luka masa lalu, romansa pergolakan batin yang agak telenovella, adegan melarikan diri yang dramatik, dan banter yang bertaburan kata MINE MINE MINE (yang jujur agak kedengaran seperti ungkapan posesif anak-anak berumur 3 thn). Tapi jujur semua karakter milik beliau sampai ke para figurannya menarik untukku. Agak berlebihan tapi dalam hal yang baik. Mungkin hal ini akan mengurangi semangatmu membaca kalau kau termasuk tipe pembaca feminis yang benci karakter dominan alpa hero yang gahar dan tak mau menerima kata tidak sebagai jawaban. Atau kau tipe berjantung lemah yang tak sanggup menghadapi scene-scene panas bersuhu tinggi.

Dibalut dengan konflik yang penuh komplikasi dan bertaburan quote-quote sarkastik yang super lucu Chemistry Dante dan Jamie terbangun perlahan dengan kuat dan intens. Interaksi mereka berdua dijamin akan membakar mata dan melumerkan lutut (check scene diparkiran, dihutan, didinding, di kamar mandi, di kantor,dihutan lagi, pokoknya everywhere..) dan semuanya aduhai.. HOT HOT HOT (polin pencet remote AC LOL)..

Walaupun aku merasa aura dan banter percakapan sarkastik pasangan Dante dan Jamie setipe dengan Trey dan Taryn, tapi Wicked Carving mengangkat tema actual yang lebih bisa ditemui di dunia nyata. Gadis yang menyembunyikan kekuatan agar tidak terlalu mencolok? Mantan bitchy yang susah moveon dan melakukan segala cara? Pacar yang over workaholic yang punya masalah dengan delegasi tugas, yang hobi melarikan diri dari eksplorasi emosional dengan bersembunyi dibalik tumpukan pekerjaan? Perjuangan meraih kepercayaan sebagai pasangan? Semua ada disini dan digambarkan dengan panas dan menyentuh perasaan terdalam. Secara pribadi walaupun terkesan banyak narasi sampai beralinea-alinea aku juga menyukai semua detail penjelasan Dante tentang latihan fisik para Enforces yang bak keluar dari mulut seorang fitness trainer handal.

Scene favoriteku adalah transformasi Jamie menjadi lebih kuat dan bisa membuka diri pada orang lain. Scene lain yang merontokan hatiku adalah saat Dante mengungkapkan perasaan terdalamnya bahkan disaat Jamie tak mampu mendengarnya. So touching dan membuatku bergetar menahan galau. Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini adalah :

  1. Kau tak akan pernah bisa lari dari jodohmu, karena semua akan indah pada waktunya.
  2. Penting menerima diri kita apa adanya, jangan berusaha menjadi orang lain. Terima masukan dan selalu berkembang
  3. Tentukan prioritas dalam hidup, karena banyak hal hanya terjadi sekali dalam hidup.

OVERALL RATING

4.5stars

SEX-O-METER

4bikinis

happyreading